Sebuah catatan kecil dari Pulau Timor untuk NTT
Oleh:Ridho Seran
Kemajuan suatu daerah bukanlah sekadar angka statistik atau pencapaian ekonomi semata, melainkan sebuah perjalanan panjang yang mencerminkan perubahan menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan. Ketika sebuah daerah dikatakan maju, itu tandanya adanya transformasi yang nyata, baik dari segi infrastruktur, ekonomi, maupun kualitas hidup masyarakatnya.
Salah satu indikator paling nyata dari kemajuan adalah pembangunan infrastruktur. Jalan yang mulus, akses transportasi yang lancar, serta ketersediaan listrik dan internet yang merata menjadi urat nadi yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur yang baik tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga membuka peluang investasi dan memperlancar distribusi barang dan jasa. Namun, para pemimpin masih memiliki sifat antipati serta lebih banyak mengurus perjalanan dinas yang di mana, uang rakyat dimakan dengan rakus sementara rakyatnya meninggal karena kemiskinan.
Padahal, di sisi ekonomi, Daerah Nusa Tenggara Timur memiliki potensi menuju Daerah yang maju apabila UMKM dan kekayaan alamnya digarap dengan bijak dan optimal
Pengembangan UMKM, pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, serta pengembangan sektor pariwisata atau industri kreatif menjadi motor penggerak ekonomi. Hal ini menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi angka pengangguran, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat setempat.
Namun, kemajuan tidak akan berarti tanpa diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Investasi di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi sangat krusial. Masyarakat yang sehat, berpendidikan, dan memiliki keterampilan yang mumpuni adalah aset terbesar yang akan menjaga keberlanjutan kemajuan tersebut.
Namun, merupakan suatu paradox ketika berbicara tentang pendidikan yang berkualitas, tetapi rakyat sendiri tak mampu membayar biaya pendidikan yang begitu mahal. Apakah Gubernur NTT, Melikiades Laka Lena bersama kru mempunyai solusi untuk ini?
Rakyat selalu membutuhkan solusi, bukan janji manis.
Di sisi lain, yang perlu diperhatikan adalah pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis digital juga penting sebab hal ini menjadi ciri khas daerah yang modern
Tidak kalah pentingnya adalah aspek lingkungan dan sosial. Kemajuan yang ideal adalah pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), di mana pertumbuhan ekonomi tidak merusak alam. Terciptanya lingkungan yang bersih, hijau, aman, serta masyarakat yang hidup rukun dan toleran adalah bukti bahwa kemajuan tersebut dinikmati oleh semua kalangan.
Melihat pembangunan yang berkelanjutan adalah cara yang harus dilakukan untuk kemajuan suatu Daerah, tetapi mirisnya, Di sebuah Kabupaten di NTT, gedung mewah Kantor Bupatinya tidak ditempati dengan alasan masih dalam tahap audit, padahal, menurut hemat saya, gedung itu harusnya tetap digunakan dan audit atau segala bentuk kekurangan yang ada bisa dilanjutkan. Sebab, gedung yang menelan miliaran rupiah uang rakyat saat ini sudah ditempati oleh hewan.
Pertanyaannya, siapa yang rugi? Apakah para pejabat yang dilantik setiap 5 tahunan atau rakyat?
Jika rakyat yang dirugikan, lalu kenapa rakyat tetap diam? Atau jika bersuara pun suara panasnya kayak kotoran ayam? Lucu memang
Sedikit solusi,
Pemerintah harusnya bersinergi sebab, kemajuan suatu daerah adalah hasil dari sinergi yang kuat antara pemerintah yang “VISIONER”, dukungan legislatif, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan visi yang jelas, tidak ada daerah yang tidak mampu bertransformasi menjadi tempat yang lebih baik, sejahtera, dan membanggakan bagi warganya.
NTT Bisa!















