Kupang — Komitmen memperkuat ekonomi lokal berbasis budaya kembali ditegaskan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) melalui penyelenggaraan program PEKEN Jasindo di Kupang, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mendorong pelaku UMKM sekaligus mengangkat tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur ke ranah ekonomi kreatif yang lebih luas.
Dalam program tersebut, Jasindo menghadirkan dukungan konkret bagi pelaku usaha dan pengrajin lokal, mulai dari penyediaan food stall UMKM, ruang pamer (showcase) kriya, hingga bantuan alat dan bahan tenun seperti alat tenun dan benang ikat. Langkah ini dinilai sebagai bentuk intervensi langsung yang menyentuh kebutuhan dasar produksi sekaligus pemasaran.
Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema, menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi kreatif tidak dapat dilepaskan dari pelestarian nilai budaya lokal. Menurutnya, tenun ikat NTT memiliki nilai lebih yang tidak hanya terletak pada aspek ekonomi, tetapi juga sebagai representasi identitas dan sejarah masyarakat.
“Tenun adalah simbol budaya yang hidup. Dengan mendukung para penenun dan pelaku UMKM, kami ingin memastikan warisan ini tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang terukur, di mana pemberdayaan ekonomi berjalan beriringan dengan upaya menjaga kearifan lokal.
Sementara itu, Representative Manager Jasindo Kupang, Jerry Samuel, menilai kehadiran PEKEN menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar bagi produk lokal. Ia berharap dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu mendorong pelaku UMKM untuk tumbuh dan bersaing.
“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi sosial untuk memastikan UMKM dan penenun lokal bisa berkembang secara berkelanjutan,” katanya.
Selain memperkuat kapasitas produksi, kegiatan ini juga membuka ruang promosi melalui showcase kriya yang menampilkan ragam karya tenun lokal. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi publik terhadap nilai artistik dan filosofi yang terkandung dalam setiap motif tenun.
Melalui program PEKEN, Jasindo menempatkan diri tidak hanya sebagai perusahaan penyedia jasa asuransi, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi inklusif. Pendekatan ini menegaskan bahwa pengembangan ekonomi daerah dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya, sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tingkat regional maupun nasional.
(Kevin)















