TAPSEL – Penggunaan Dana Bos di SMA N 1 Batang Angkola kini menjadi sorotan warga, dari laporan siswa dan orang tua siswa bahwa penggunaan Dana Bos di SMA N 1 Batang Angkola. Hal ini pun menarik perhatian DPD LSM LAPAN TIPIKOR Sumut,
“Kita banyak laporan masyarakat dan informasi siswa yang kita tanya bahwa disekolah ini diduga penggunaan Dana Bosnya juga diduga bermasalah.” ujar Aris Pasaribu sebagai koordinator investigasi LSM LAPAN TIPIKOR Sumut. (06 Mei 2026)
Aris juga menyatakan bahwa beliau bersama Timnya sudah kedua kali ini ingin mengkonfirmasi kepada Jahrona kepala sekolah SMA Negeri 1 Batang Angkola namun selalu dilarang oleh satpam sekolah tersebut.
” Selalu itu saja alasan satpamnya, kepala sekolah tidak ada disekolahlah.. Sibuklah! Kalau tidak ada kepala sekolahnya setidaknya kan bisa memberi nomor teleponnya agar kita bisa mengkonfirmasi langsung. Kita minta masuk dan dikawal oleh satpam, mereka juga tidak mengijinkan. Ada apa disekolah ini.? Semakin menambah keyakinan kita bahwa benar yang dikatakan oleh laporan masyarakat itu terkait dugaan korupsi Dana Bos di SMA N 1 Batang Angkola, ” ujar Aris Pasaribu.(06 Mei 2026)
Saat Aris Pasaribu dan Timnya ingin menulusuri penggunaan Dan Bos di SMA Negeri 1 Batang Angkola, kedua satpam menghadang Aris dan Timnya melarang masuk ke Wilayah SMA Negeri 1 Batang Angkola.
” Ginilah dulu ya, saya kedalam dulu.” ujar Satpam salah satu Satpam bergegas masuk kedalam lokasi sekolah tersebut.
Selang beberapa menit kemudian, satpamnya mengatakan bahwa Kepala sekolah sedang istirahat,
” Lebih baik abang koordinasi ke atas saja, langsung ke atas saja. Dari pada saya nanti dimarahi. ” ujar satpam.
Satpam di SMA Negeri 1 Batang Angkola juga bercerita pernah memberikan tamu masuk lalu dirinya dimarahi oleh kepala sekolah, Satpam tersebut juga mendukung terkait konfirmasi disekolah tersebut lebih baik konfirmasi langsung ke Kantor Cabdis karena mereka takut dimarahi oleh Kepala Sekolah ketika mereka memberikan tamu masuk.
Berikut rincian penggunaan Dana Bos TA 2025 di SMA Negeri 1 Batang Angkola :
TAHAP 1
- Penerimaan Peserta Didik baru
Rp 960.000 - Pengembangan perpustakaan Rp 368.722.400
- Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 4.845.000
- Administrasi kegiatan sekolah Rp 36.541.800
- engembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 1.570.000
- Langganan daya dan jasa Rp 31.161.394
- Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 23.510.000
- Penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 42.000.000
- Pembayaran honor Rp 61.800.000
Total Dana : Rp 571.110.594
TAHAP 2
- Penerimaan Peserta Didik baru
Rp 2.900.000 - Pengembangan perpustakaan Rp 95.585.000
- Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 41.921.000
- Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 23.050.000
- Administrasi kegiatan sekolah Rp 65.212.700
- Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 9.510.000
- Langganan daya dan jasa Rp 30.861.894
- Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 182.448.112
- Penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 22.900.000
- Pembayaran honor Rp 89.160.000
Total Dana Rp 563.548.706
Menanggapi hal tersebut, Aris Pasaribu juga menyesalkan kelakuan kepala sekolah yang arogan dan memarahi Satpam kalau memberikan ijin kepada tamu yang hendak menemui kepala Sekolah.
” Saya heran,, ada apa sih? Nanti kita usahakan untuk mendapat SPJ Dana Bos sekolah ini. Dan membuat kita semakin penasaran.” ujar Aris.
Hingga terbitnya berita ini, awak media masih berupaya untuk melakukan konfirmasi dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batang Angkola.
Dengan terbitnya berita ini, Aris berharap Kadis Dinas Pendidikan Sumatera Utara untuk melakukan evaluasi di Cabdis Wilayah XI. Demi peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara.
(Tim)















