banner 468x60
BeritaKab. Tapanuli UtaraKec. Pangaribuan

BUMDes Dolok Saut Tanam Kentang Modal Rp.180juta, Panennya Hanya Rp10Juta. Warga : Hancurlah Sudah,, Ini Harus Diusut, Biarlah Mereka Pertanggungjawabkan Semua

Avatar photo
124523
×

BUMDes Dolok Saut Tanam Kentang Modal Rp.180juta, Panennya Hanya Rp10Juta. Warga : Hancurlah Sudah,, Ini Harus Diusut, Biarlah Mereka Pertanggungjawabkan Semua

Sebarkan artikel ini

Pangaribuan – Warga Desa Pansurnatolu, Kecamatan Pangaribuan resahkan pengelolaan Dana Desa khususnya 20% untuk ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes Dolok Saut, warga menuding bahwa pertanian penanaman Kentang hanyalah akal-akalan.

“Yang kita dengar-dengar semuanya hancur, ini hanyalah akal-akalan cari uang. Coba diperiksa berapa jumlah bibit, pupuk, herbisida dan pestisida. Dikasus ini yang kebanyakan mark up ini. Ini harus diperiksa oleh aparat penegak Hukum.” ujar inisial K warga Pansurnatolu. (30 April 2026)

banner 468x60

Menindak lanjuti hal itu, Hemat Nainggolan sebagai direktur BUMDes Dolok Saut juga membenarkannya bahwa usaha tersebut jelas merugi.

Baca Juga :  Pekerjaan Dana Desa TA 2024 Desa Hutatoruan I Diduga Asal Jadi, Warga : Mungkin Kadesnya Terlalu Sibuk Urus Sawahnya

Ditanya, berapa jumlah anggaran untuk Ketapang dari Dana Desa  tahun anggaran 2025?,

” Semua Rp.182juta, untuk beli alat Rp.35juta. Untuk membeli bibit Rp. 48juta.” jawab Hemat.

Ditanya berapa pendapatan kotor setelah dijual hasil dari pertanian kentang tersebut?

Baca Juga :  Menteri Nusron Sampaikan Progres Pendaftaran Tanah dan Penataan Ruang dalam Momen Peringatan HANTARU 2025

” Rp 10juta,” jawabnya.

Hemat Nainggolan mengatakan bahwa dari pertanian kentang dengan luas 1 Ha tersebut hanya menghasilkan 2,5Ton.

“8 ton pun tidak dapat, kenyataannya hasilnya 2.5ton.” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Hemat Nainggolan, warga Desa Pansurnatolu pun mengatakan bahwa hal tersebut subgguh ironis,

” Hahahah.. Bagaimana ceritanya? Modal Rp 182juta, beli alat-alat (kultivator, semprot, angkong,dll) berjumlah Rp.35juta. Berrti masih sisa Rp. 147juta. Masa Rp.147juta modal hasilnya hanya Rp.10juta. Berarti BUMDes Dolok Saut merugi Rp. 137juta Tidak masuk akal, Hahaha.” jelasnya.

Baca Juga :  Pengeroyokan Diduga Oleh Tim Sukses Satika Sarlandy, Korban Berharap Pelaku Segera Ditangkap

Kerugian Rp.137juta ini perlu diperjelas kemana saja aliran dana tersebut menurutnya,

” Satu periode tanam kentang langsung merugi Rp.137juta. Bagaimana ceritanya?” tutupnya.

Warga Desa Pansurnatolu berharap bahwa kasus ini harus diusut oleh aparat penegak hukum (APH) agar kasus ini terang benderang demi penyelamatan uang rakyat.

(Tim)

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!