Kupang – Bank NTT kembali dipercaya sebagai lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026 dengan alokasi awal mencapai Rp350 miliar. Program ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur setelah selama lima tahun bank daerah tersebut tidak lagi menyalurkan KUR.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR merupakan hasil perjuangan dan koordinasi berbagai pihak, termasuk dukungan Pemerintah Provinsi NTT. Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang dinilai berperan aktif memperjuangkan agar Bank NTT kembali memperoleh kepercayaan dari pemerintah pusat.
Menurut Charlie, fasilitas KUR memberikan keuntungan bagi pelaku usaha karena menawarkan bunga yang lebih ringan dibandingkan kredit komersial. Karena itu, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui pembiayaan yang lebih mudah diakses.
Meski demikian, Bank NTT menegaskan bahwa penyaluran KUR akan dilakukan secara lebih selektif. Pengalaman sebelumnya menjadi bahan evaluasi agar kualitas kredit tetap terjaga dan risiko kredit bermasalah dapat diminimalkan melalui proses analisis yang lebih ketat.
Pemerintah Provinsi NTT juga terus mendorong optimalisasi penyaluran KUR sebagai salah satu instrumen penguatan sektor UMKM. Bahkan, pemerintah pusat membuka peluang penambahan kuota apabila alokasi yang tersedia dapat terserap secara optimal di daerah.
Dengan kembali bergabungnya Bank NTT dalam program KUR, diharapkan semakin banyak pelaku usaha produktif di Nusa Tenggara Timur memperoleh akses pembiayaan yang terjangkau sehingga mampu mengembangkan usahanya, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(Kevin)















