Kupang – Bank Indonesia terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di bidang ekonomi dan kebanksentralan. Melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT), program penguatan literasi dan pendidikan kebanksentralan resmi diluncurkan bersama sejumlah kampus di NTT.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam membangun generasi muda yang memiliki pemahaman kuat terhadap sistem keuangan, kebijakan moneter, hingga transformasi digital di sektor ekonomi. Di tengah dinamika ekonomi global dan perkembangan teknologi finansial yang semakin cepat, peran perguruan tinggi dinilai sangat penting dalam mencetak talenta yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.
Peluncuran Program Pendidikan Kebanksentralan melibatkan sejumlah universitas di NTT dan dikemas melalui kegiatan kuliah umum, edukasi sistem pembayaran digital, penguatan riset akademik, serta peningkatan kapasitas mahasiswa dalam memahami peran bank sentral terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi bukan sekadar kerja sama pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun kualitas SDM Indonesia. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan analitis dan wawasan kebanksentralan agar mampu menghadapi tantangan ekonomi masa depan secara kompetitif dan profesional.
Selain penguatan akademik, Bank Indonesia juga memperkenalkan edukasi terkait digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS, perlindungan konsumen, dan program Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP Rupiah). Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya transaksi digital yang aman dan inklusif. (Swara Timor)
Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi pengembangan riset bersama antara akademisi dan praktisi kebanksentralan guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dan relevan dengan kondisi ekonomi daerah maupun nasional. Perguruan tinggi dipandang memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mitra dalam menciptakan inovasi kebijakan ekonomi berbasis
Melalui penguatan kemitraan tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional yang inklusif, stabil, dan berdaya saing tinggi.
(Kevin)















