Kupang – Dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kelurahan Bello, Kota Kupang, terus menjadi perhatian masyarakat. Ketua RW setempat berharap adanya kolaborasi lebih luas dari Bank Indonesia guna memperkuat kapasitas ekonomi warga melalui pembinaan, akses pemasaran, hingga pengembangan usaha produktif.
Menurutnya, masyarakat Bello memiliki potensi besar di sektor pertanian dan usaha rumahan, namun masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait penguatan modal usaha, peningkatan keterampilan, dan akses pasar yang lebih luas. Karena itu, kehadiran lembaga seperti Bank Indonesia dinilai penting untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Ia menjelaskan, sebagian besar warga menggantungkan hidup pada hasil pertanian dan aktivitas UMKM skala kecil. Dengan pendampingan yang tepat, produk lokal diyakini mampu memiliki daya saing lebih baik dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. (suluhnusa.com)
Harapan tersebut sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM, digitalisasi usaha, serta penguatan rantai pasok sektor pertanian di berbagai daerah. BI juga terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui edukasi, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar.
Masyarakat Bello optimistis bahwa sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan komunitas lokal dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekonomi masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesejahteraan warga, penguatan sektor pertanian dan UMKM juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif, pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dinilai menjadi salah satu solusi penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur secara umum.
(Kevin)















