Kupang, – Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT menggelar Halal Festival dan Tabligh Akbar 2026 di GOR Oepoi Kupang sebagai upaya memperkuat pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di daerah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 dengan mengusung tema “Menebar Kebaikan dalam Setiap Langkah, Menumbuhkan Ekonomi Syariah yang Berdaya.”
Ribuan masyarakat menghadiri kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme tersebut. Selain menghadirkan tabligh akbar bersama Ustadz Muhammad Nur Maulana, acara juga diramaikan dengan bazar produk halal UMKM, kompetisi halal chef, lomba modest fashion, kompetisi kemandirian pesantren, hingga edukasi literasi ekonomi syariah bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso menegaskan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di NTT. Menurutnya, ekonomi syariah tidak hanya berbicara soal aspek keagamaan, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan bagi seluruh masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa penguatan ekonomi syariah dilakukan melalui pengembangan rantai pasok halal secara menyeluruh, mulai dari sertifikasi halal bagi produk UMKM, peningkatan kapasitas juru sembelih halal, hingga pengembangan talenta lokal di sektor kreatif seperti modest fashion berbasis tenun khas NTT.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Dalam acara itu, dilakukan penyaluran pembiayaan syariah kepada UMKM melalui Bank Syariah Indonesia dengan nilai mencapai Rp1 miliar. Selain itu, turut diluncurkan QRIS ZISWAF sebagai bagian dari digitalisasi ekonomi syariah guna mempermudah masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara digital.
Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai mampu memperkuat struktur ekonomi daerah melalui pengembangan sektor ekonomi syariah yang lebih inklusif. Hal ini juga diyakini dapat membuka peluang usaha baru, memperluas pasar UMKM, dan meningkatkan daya saing produk lokal NTT di tingkat nasional.
Melalui Halal Festival dan Tabligh Akbar 2026, Bank Indonesia dan Kemenag NTT berharap pengembangan ekonomi syariah di NTT dapat terus tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
(Kevin)















