banner 468x60
BeritaKab. KupangProv Nusa Tenggara Timur

BI dan Pemprov NTT Perkuat Literasi Generasi Muda Melalui Pendidikan Inklusif Berbasis Rupiah

Avatar photo
1295
×

BI dan Pemprov NTT Perkuat Literasi Generasi Muda Melalui Pendidikan Inklusif Berbasis Rupiah

Sebarkan artikel ini

Kupang – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang inklusif sekaligus meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan di kalangan generasi muda.

 

banner 468x60

Sinergi tersebut ditunjukkan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, dengan melibatkan pelajar, tenaga pendidik, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.

 

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebangsaan itu dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Dalam sambutannya, gubernur menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di era modern.

Baca Juga :  Menteri Nusron dan Wali Kota Palembang Tunjukkan Semangat Sportivitas di Lapangan Bulu Tangkis PORNAS KORPRI XVII

 

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kreativitas, dan wawasan kebangsaan generasi muda.

 

Dalam momentum tersebut, Bank Indonesia turut menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan pendidikan melalui berbagai program literasi dan edukasi keuangan. Salah satu program yang terus dikembangkan ialah implementasi edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) di lingkungan sekolah.

 

Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, sekaligus memperluas literasi keuangan sejak usia dini.

Baca Juga :  Sungguh Biadap, Anak Dibawah Umur Disetubuhi Ayah Kandungnya Berulang Kali Hingga Hamil

 

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT juga menyerahkan bantuan perlengkapan belajar kepada para siswa berupa tas sekolah, alat tulis, dan buku edukasi.

 

Selain itu, SMA Negeri 6 Kupang ditetapkan sebagai sekolah percontohan atau pilot project inovasi CBP Rupiah Tahun 2026. Penetapan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas implementasi pendidikan literasi ekonomi di sekolah-sekolah lain di NTT.

 

Peringatan Hardiknas tahun ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba desain mobil literasi keliling yang melibatkan pelajar SMA dan SMK. Kegiatan tersebut menjadi ruang kreativitas bagi siswa dalam mendukung gerakan literasi dan pendidikan inklusif di daerah.

Baca Juga :  Polda Sulut Gelar Operasional Triwulan III Polda Sulut, Bahas Anev Gangguan Kamtibmas hingga Kesiapan Operasi Lilin 2024

 

Bank Indonesia menilai penguatan literasi ekonomi dan pendidikan inklusif merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

 

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan Bank Indonesia, diharapkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur semakin meningkat dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah di masa depan.

(Kevin)

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!