Kupang – Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat sinergi dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang inklusif, produktif, dan berdaya saing melalui peluncuran program KARSA NUSA.
Kolaborasi tersebut ditandai dalam pelaksanaan Flobamorata Business and Economic Forum 2026 yang berlangsung di Kupang. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah kebijakan ekonomi berbasis riset dan kebutuhan riil daerah.
Mengusung semangat penguatan ekonomi lokal, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya hilirisasi sektor unggulan agar produk daerah memiliki nilai tambah yang lebih tinggi serta mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah.
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan angka semata, tetapi juga harus menghadirkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena itu, keterlibatan UMKM, pelaku usaha lokal, dan masyarakat dalam rantai produksi menjadi faktor penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso mengatakan forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan berdampak langsung terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Sebagai langkah konkret, BI NTT bersama Pemprov NTT meluncurkan KARSA NUSA atau Kolaborasi Riset dan Inovasi Ekonomi Nusa Tenggara Timur yang ditandai dengan pembukaan Call for Paper 2026. Program ini dirancang sebagai jembatan antara hasil kajian akademik dengan kebutuhan kebijakan pemerintah daerah.
berbagai gagasan inovatif dan rekomendasi strategis dari akademisi maupun peneliti diharapkan dapat diterapkan secara nyata untuk memperkuat struktur ekonomi NTT yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi forum, sejumlah narasumber nasional dan daerah turut menyoroti pentingnya penguatan sektor primer melalui hilirisasi, pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan daya saing produk lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah.
(Kevin)















