Kupang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat sinergi dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program “Aksi Kreasi Flobamorata” yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Selasa (5/5/2026). Program ini menjadi wadah pembinaan dan inkubasi UMKM berbasis kolaborasi lintas sektor, dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha.
Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Dekranasda Provinsi NTT, organisasi perangkat daerah, sektor perbankan, dan kalangan akademisi. Kehadiran mereka dinilai sebagai bentuk dukungan nyata dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu, Bank Indonesia menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kapasitas pelaku usaha, bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dalam pengelolaan usaha secara menyeluruh. Program inkubasi dirancang untuk membantu UMKM memperkuat legalitas usaha, manajemen keuangan, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bisnis.
Pemerintah Provinsi NTT juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Bank Indonesia yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi produk lokal serta peningkatan nilai tambah hasil usaha masyarakat.
Program Aksi Kreasi Flobamorata sendiri menerapkan pola pembinaan terpadu mulai dari tahap seleksi peserta, kurasi produk, pelatihan kewirausahaan, pendampingan intensif, hingga evaluasi pasca pelatihan. Materi pembelajaran mencakup penguatan kewirausahaan, digitalisasi usaha, pengelolaan keuangan, serta perlindungan konsumen.
Sebanyak 64 UMKM dari berbagai sektor unggulan di NTT mengikuti program tersebut. Para peserta dipilih melalui proses seleksi dan dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan skala usaha serta daya saing produk lokal.
Selain pembinaan, Bank Indonesia juga mendorong keterlibatan sektor perbankan dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar pelaku usaha semakin siap mengakses layanan keuangan formal.
Ke depan, program ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan kapasitas UMKM, perluasan pasar, dan peningkatan daya saing produk lokal Nusa Tenggara Timur.
(Kevin)















