Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Bank NTT membuka peluang kolaborasi strategis yang diarahkan untuk memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.
Pembahasan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya kedua institusi dalam membangun ekosistem pendidikan dan ekonomi daerah yang lebih terintegrasi. Selain mendukung peningkatan kualitas layanan akademik, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor produktif masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Dalam penjajakan yang dilakukan, sejumlah program potensial menjadi fokus pembahasan, mulai dari penguatan literasi dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola kampus, hingga peluang pengembangan layanan keuangan yang mendukung aktivitas sivitas akademika. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan era digital yang menuntut efisiensi, transparansi, dan inovasi berkelanjutan.
Rektor Undana menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa kemitraan dengan sektor perbankan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga keuangan perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di sisi lain, Bank NTT menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai skema kerja sama yang berkelanjutan. Dukungan tersebut tidak hanya menyasar sektor pendidikan, tetapi juga pemberdayaan pelaku usaha lokal agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pasar digital.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan melakukan pembahasan teknis guna merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret. Diharapkan, kemitraan ini dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan perbankan daerah dalam menciptakan inovasi, memperluas akses ekonomi, serta mempercepat transformasi digital di Nusa Tenggara Timur.
(Kevin)















