banner 468x60
BeritaKab. Tapanuli UtaraKec. Sipahutar

Kasus Asmara Liar Pendeta HKBP Di Sipahutar Diselesaikan Dengan Berdamai

Avatar photo
120962
×

Kasus Asmara Liar Pendeta HKBP Di Sipahutar Diselesaikan Dengan Berdamai

Sebarkan artikel ini
Gambar Illustrasi Mediasi Kasus Asmara Liar Pendeta HKBP Di Sipahutar

SIPAHUTAR – Setelah berjalan dengan beberapa rangkaian yang penuh drama, kisah asmara liar pendeta HKBP yang berinisial JSS berujung berdamai dengan pihak keluarga perempuan JS yang juga dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama dan pihak unsur pemerintahan sebagai saksi dan mediator pada Senin, 14 April 2026.

Kini pendeta JSS yang didampingi keluarganya bagai duduk dikursi pesakitan yang diadili oleh tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

banner 468x60

” Dari sikapmu yang tidak bisa dipercaya, tidak punya itikad baik, selalu bertele-tele dan tidak jelas, kami tidak percaya lagi samamu. Bagaimana kami bisa mempercayai anak kami menjadi istrimu?” ujar B. Tampubolon salah satu tokoh masyarakat yang juga masih keluarga korban dalam mediasi tersebut.

Kejadian sebelumnya, pada Senin, 14 April 2026 berkisar pukul 12:00 Wib pendeta JSS datang bersama keluarganya untuk menyesaikan masalah tersebut, didepan orang tuanya dan pihak keluarga JS dan juga warga Des, juga unsur pemerintahan. Namun Pendeta JSS tidak mengakui perbuatannya bahwa JSS dirinya sudah pernah berhubungan badan dengan JS,

Baca Juga :  Bupati Samosir & Kadis Kominfo Samosir Hadiri Launching Penyaluran Digital DIPA dan TKD Tahun Anggaran 2024

“Itu yang membuat semua jengkel, awalnya setelah mereka tiba dirumah perempuan Pendeta JSS tidak mengakui perbuatannya bahwa dia sudah berhubungan badan dengan JS. Maka pembicaraan itu rehat sejenak, pendeta JSS dibawahlah dia ke satu ruangan ditunjukkanlah bukti-bukti itu. Kalau perempuan itu sudah mengakuinya, setelah itu dilanjut lagilah pembicaraan itu dan pendeta JSS sudah mengakuinya. Disitulah orang tua laki-laki pendeta JSS seperti tidak tersadarkan diri mungkin karena shok dengan kejadian itu.” ujar Simanjuntak yang mengikuti mediasi tersebut.

Walau mediasi berjalan dengan alot, masalah pendeta JSS dan keluarganya meminta maaf kepada keluarga Perempuan dan yang hadir pada saat itu atas perbuatan pendeta JSS.

Baca Juga :  Bau Tak Biasa Laporan Warga Polsek Matuari Respon, Lansia Ditemukan Tewas

JS siswi SMA kelas XII korban rayuan maut sang pendeta duduk terdiam dengan tatapan kosong menyaksikan mediasi tersebut.

“Sudah beberapa kali JS itu pingsan, kalau kita lihat begitu tidak tega kita. Perbuatan Pendeta JSS sunggulah tidak pantas, tidak mungkinlah perempuan itu mau kalau tidak tanpan rayuan bibir manis pendeta JSS itu. Kasihan juga si adek itu. Berarti pendeta ini kan hanya main-main, bukan karena cinta tapi hanya nafsu.” ujar salah satu warga yang menhadiri mediasi itu.

Kini JS harus menerima kenyataan pahit itu, tatapan kosong JS bagai menggambarkan bahwa rayuan sang pendeta yang dihormati masyarakat itu hanyalah bualan dan tidak seindah kenyataanya. Sosok pendeta JSS yang dia kagumi dulunya kini sudah jelas siapa aslinya. Pendeta JSS yang dulu dia cintai dan dia anggap sanggup melindunginya juga membingbingnya tapi kenyataanya justru jadi perusak mentalnya.

Baca Juga :  Pendeta HKBP Diduga 2 Kali Setubuhi Siswi SMA. Keluarga Siswi Menuntut Pertanggungjawaban, Yang Datang Malah Puluhan Personil Polisi

Mediasi ini pun berakhir hingga mahgrib, orang tua dari pendeta JSS berkali-kali memohon maaf dan dan memohon keringanan kepada tokoh adat dan pihak perempuan, dengan kesepakatan bersama, bahwa pihak pendeta JSS harus memenuhi sanksi materi dengan yang ditentukan yang disepakati oleh tokoh adat, pihak keluarga perempuan, tokoh masyarakat yang telah disanggupi oleh pihak keluarga pendeta JSS. Mediasi ini pun disaksikan oleh unsur pemerintah dan warga yang hadir dalam mediasi tersebut.

Dengan kejadian tersebut Jemaat HKBP berharap kepada Ephorus HKBP untuk adanya evaluasi seleksi sekolah pendeta dan pembinaan calon pendeta HKBP agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

(Timbul Simanjuntak)

 

Berita Sebelumnya ;

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!