Kupang – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terus menggenjot pembangunan infrastruktur sumber daya air di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah proyek yang sedang berjalan meliputi pembangunan jaringan irigasi, pembangunan air baku, serta rehabilitasi dan peningkatan sistem air baku di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Alor.
Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Daud W. Djami, menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program reguler Kementerian Pekerjaan Umum yang difokuskan untuk meningkatkan layanan irigasi pertanian dan memperluas akses masyarakat terhadap air bersih.
Di Kabupaten TTU, pembangunan jaringan irigasi dilaksanakan pada dua lokasi, yakni di Desa Tensa, Kecamatan Insana Utara, dan wilayah Kecamatan Biboki Utara. Selain itu, pembangunan sarana air baku juga dilakukan di Desa Patumuti, Kecamatan Noemuti, serta Desa Sekon, Kecamatan Insana.
Sementara itu, rehabilitasi dan peningkatan sarana air baku dilaksanakan di sejumlah titik di Kabupaten Kupang, Belu, dan Alor. Ruang lingkup pekerjaan mencakup rehabilitasi jaringan perpipaan, penggantian pompa, perbaikan rumah pompa, pemasangan panel surya, rehabilitasi bak penampung, hingga penyediaan keran umum agar distribusi air kepada masyarakat menjadi lebih optimal.
Daud mengatakan, perkembangan pekerjaan di lapangan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Progres pembangunan jaringan irigasi telah mencapai sekitar 70 persen, pembangunan air baku sekitar 60 persen, sedangkan rehabilitasi dan peningkatan air baku telah mencapai sekitar 78 persen.
Meski kontrak pekerjaan masih berlangsung hingga akhir tahun, BBWS Nusa Tenggara II menargetkan sebagian besar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat infrastruktur segera dirasakan masyarakat sekaligus membuka peluang percepatan pelaksanaan program pembangunan tanpa mengabaikan mutu. Yang terpenting adalah hasil pekerjaan sesuai spesifikasi sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Daud.
Untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk masing-masing paket pembangunan jaringan irigasi dan pembangunan air baku. Sementara paket rehabilitasi dan peningkatan air baku memiliki nilai sekitar Rp3,7 miliar. Total anggaran seluruh kegiatan diperkirakan mencapai hampir Rp10 miliar.
BBWS Nusa Tenggara II berharap pembangunan infrastruktur sumber daya air ini mampu memperkuat sektor pertanian, meningkatkan ketersediaan air bersih, serta mendukung kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur. Selain mengejar target waktu, setiap pekerjaan juga diwajibkan memenuhi standar kualitas sehingga aset yang dibangun dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
(Kevin)















