Kupang – Universitas San Pedro Kupang bersama GIZ Indonesia menggelar Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman serta Workshop FED dan Ausbildung di Hotel Harper Kupang, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur untuk memperoleh informasi terkait peluang karier internasional sekaligus memahami pentingnya migrasi yang aman dan legal.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor Dr. Bertolomeus Bolong dan diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari dosen, pegawai, mahasiswa, alumni Universitas San Pedro, serta perwakilan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa peluang kerja di luar negeri harus dipandang sebagai kesempatan untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup. Menurutnya, generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman agar mampu bersaing di tengah dinamika pasar kerja global.
“Kesempatan kerja di luar negeri harus dimanfaatkan dengan baik. Generasi muda perlu memiliki kompetensi yang kuat sehingga mampu meraih masa depan yang lebih baik dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Universitas San Pedro, GIZ Indonesia, dan BP3MI NTT yang dinilai memberikan ruang pembelajaran dan informasi yang sangat penting bagi mahasiswa maupun alumni dalam merencanakan karier masa depan.
Sementara itu, Advisor ZME (Center for Migration and Development) GIZ Indonesia dan ASEAN, Anggres Kadja Dahi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses informasi mengenai peluang kerja luar negeri yang aman dan legal, khususnya menuju Jerman.
Menurutnya, GIZ sebagai lembaga kerja sama teknis Pemerintah Jerman terus mendukung pemerintah Indonesia dalam memperkuat tata kelola migrasi tenaga kerja dan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai prosedur bekerja di luar negeri.
“Peluang kerja di Jerman masih sangat terbuka. Melalui migrasi yang aman, para pekerja dapat meningkatkan kapasitas diri, memperoleh pengalaman internasional, dan memberikan manfaat bagi daerah asalnya,” katanya.
Anggres mengungkapkan bahwa Jerman saat ini menghadapi tantangan demografi berupa penuaan penduduk yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan tenaga kerja produktif di berbagai sektor. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari NTT.
Beberapa sektor yang membutuhkan tenaga kerja antara lain bidang mekatronika, perhotelan (hospitality), kesehatan, dan keperawatan. Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan bahasa asing agar mampu memenuhi standar kebutuhan pasar kerja internasional.
Selain membahas peluang kerja, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya migrasi aman sebagai langkah pencegahan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masih menjadi tantangan di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Anggres, edukasi mengenai jalur migrasi yang legal sangat penting agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik perekrutan ilegal yang berpotensi merugikan pekerja migran.
“Kami berharap generasi muda memahami koridor migrasi yang benar sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dan terhindar dari praktik perdagangan orang,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai peluang kerja internasional, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang pengembangan kompetensi, prosedur migrasi yang aman, serta berbagai program pelatihan yang dapat menjadi pintu masuk menuju dunia kerja global.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda NTT yang lebih siap, kompetitif, dan berani memanfaatkan peluang internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pembangunan daerah di masa depan.
(Kevin)















