Kupang – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV terus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam upaya menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN atau Gerakan Tuntaskan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem yang melibatkan puluhan kampus di daerah itu.
Program kolaboratif ini menjadi bentuk nyata keterlibatan dunia akademik dalam mendukung pembangunan sosial berbasis riset dan pengabdian masyarakat. LLDIKTI Wilayah XV menggandeng perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk turun langsung ke desa-desa prioritas yang memiliki tingkat stunting dan kemiskinan ekstrem cukup tinggi di NTT
Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Adrianus Amheka, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi konkret bagi persoalan masyarakat. Menurutnya, program GENTASKIN menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
Melalui program tersebut, ratusan mahasiswa bersama dosen pembimbing diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, dan Manggarai Timur. Mereka menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita, pengembangan kebun gizi keluarga, pendampingan UMKM, hingga penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Forum koordinasi yang digelar LLDIKTI XV juga melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta mitra strategis lainnya untuk memastikan program berjalan berkelanjutan dan terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah. Dalam forum tersebut, para kepala daerah didorong untuk mendukung keberlanjutan program melalui penguatan anggaran desa dan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah Provinsi NTT menyambut positif keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam penanganan persoalan sosial di daerah. Kolaborasi ini dinilai penting karena mampu menghadirkan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat secara langsung hingga ke tingkat desa.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat, LLDIKTI XV optimistis upaya percepatan penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem di NTT dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
(Kevin)















