banner 468x60
BeritaDaerahKota BitungProv. Sulawesi Utara

Akhir dari Ketegangan: Dua Kelompok Pemuda Sepakat Berdamai di Polsek Aertembaga

Avatar photo
72
×

Akhir dari Ketegangan: Dua Kelompok Pemuda Sepakat Berdamai di Polsek Aertembaga

Sebarkan artikel ini

BITUNG — Ketegangan yang sempat terjadi antar kelompok pemuda di Kota Bitung kini berujung pada satu titik temu: perdamaian. Di Mapolsek Aertembaga, Jumat (01/05/2026), dua kelompok pemuda dari Pateten Satu dan Pateten Tiga memilih menutup lembaran konflik dan membuka babak baru yang lebih sejuk.

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hari itu tidak diwarnai suasana tegang. Sebaliknya, dialog berjalan terbuka dan penuh kesadaran, menghadirkan ruang bagi masing-masing pihak untuk saling memahami, bukan saling menyalahkan.

banner 468x60

Kapolsek Aertembaga, Denny S. Tampenawas, menempatkan pendekatan persuasif sebagai landasan utama. Ia menegaskan bahwa keamanan tidak hanya dibangun dengan penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kesadaran kolektif.

Baca Juga :  Polsek Palipi Responsif Terhadap Keluhan Masyarakat Terkait Kenakalan Remaja

“Yang kita kejar bukan sekadar berhentinya konflik hari ini, tetapi bagaimana ke depan tidak ada lagi alasan untuk bertikai,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum, namun pencegahan tetap menjadi prioritas agar generasi muda tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri.

Pandangan serupa disampaikan Camat Aertembaga, Stenly Robert Tatipang, yang melihat momen ini sebagai kesempatan memperbaiki relasi sosial di tengah masyarakat.

“Perdamaian ini harus dijaga bersama. Jangan mudah terprovokasi, karena satu emosi bisa merusak banyak hal yang sudah dibangun,” katanya.

Baca Juga :  Gadis 18 Tahun Pemilik 1400 Butir Obat Keras Terbatas Jenis Irfasyl Diamankan Polisi di Bitung

Sementara itu, pesan moral turut menguatkan suasana melalui Imam Masjid Al-Guffron Pateten, Herson Kadir. Ia mengajak para pemuda untuk mengubah energi konflik menjadi semangat membangun masa depan.

“Tidak ada keuntungan dari permusuhan. Yang ada hanya penyesalan. Lebih baik kita isi hidup dengan hal yang bermanfaat,” tuturnya.

Kesepakatan damai akhirnya ditegaskan melalui deklarasi bersama. Tidak hanya sekadar simbol, isi komitmen tersebut mencakup penghentian segala bentuk tawuran, penolakan terhadap provokasi, serta tekad menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Baca Juga :  Polres Bitung Amankan, Proyek Jalan BPJN di KEK Bitung Berjalan Kondusif

Kehadiran unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga aparat kepolisian dari wilayah lain menjadi penanda bahwa penyelesaian konflik bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kerja bersama.

Menjelang berakhirnya kegiatan, suasana yang sebelumnya dipenuhi ketegangan berubah menjadi harapan. Harapan bahwa kejadian serupa tidak terulang, dan bahwa persaudaraan tetap menjadi nilai utama di tengah keberagaman.

Aertembaga hari itu tidak hanya mencatat berakhirnya konflik, tetapi juga menunjukkan bahwa jalan damai selalu terbuka bagi siapa pun yang bersedia memilihnya. (ReD)

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!