banner 468x60
BeritaKab. Toba

Diduga Masalah Asmara Seorang Pria Gantung Diri di Batang Pohon

Avatar photo
17
×

Diduga Masalah Asmara Seorang Pria Gantung Diri di Batang Pohon

Sebarkan artikel ini

BALIGE – Kasus Bunuh diri kembali menggemparkan. Seorang Pria berinisial JR (23) nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri di batang pohon di lereng bukit di Jalan Wisata silalahi Puncak Sibodiala Desa Silalahi Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (13/3/2026) sekira pukul 16.30 wib

Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Erikson David Hutauruk, SH, MH yang di release Sie Humas Polres Toba Bripda Fransiskus Situngkir saat di konfirmasi pada Sabtu (14/3) membenarkan adanya peristiwa tersebut

banner 468x60

Fransiskus menjelaskan saksi Roccy Silalahi (25), hendak pergi ke kebun miliknya yang berlokasi di Jalan Wisata Silalahi Desa Silalahi Pagar Batu Kecamatan Balige Kabupaten Toba,

Setelah berjalan turun ke arah kebunnya yang berjarak sekitar 6 meter dari jalan Wisata Silalahi, ia melihat seseorang yang dalam keadaan tidak bernyawa dan posisi leher terikat dengan tali dan tergantung di batang pohon

Baca Juga :  Respon Cepat Bhabinkamtibmas Polres Samosir atas Surat Pengaduan Masyarakat Desa Huta Bolon

Melihat hal tersebut Roccy Silalahi memberitahukannya ke Kepala Desa Silalahi Pagar Batu.

Kemudian sekira pada pukul 16.35 WIB, Kepala Desa Silalahi Pagar Batu melaporkan hal tersebut ke anggota Polsek Balige dan Personil Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Toba melakukan olah TKP serta mengevakuasi jenazah korban serta membawa korban ke Rumah Sakit Umum HKBP Balige.

Tim identifikasi Polres Toba dan Polsek Balige mendatangi lokasi. Dari hasil identifikasi petugas, posisi korban ditemukan mengantung dengan menggunakan tali tambang ukuran 3 mm berwarna kuning pada leher korban yang di ikat pada sebuah batang pohon

“Korban menggantung dengan mengenakan baju warna hitam, jacket warna hitam , celana pendek warna hitam dan sepatu warna hitam putih,” terangnya

Fransiskus juga mengatakan di dekat korban menggantung ditemukan sebuah kotak sepatu berwarna coklat yang dibungkus dengan plastik. Jarak antara kotak sepatu warna coklat dengan posisi korban menggantung yaitu 165 cm

Baca Juga :  INALUM Dukung Arah Dan Minat Pendidikan Siswa Melalui Asesmen Bakat Dan Potensi Akademik

Pada Kotak sepatu warna coklat tersebut berisi 1 pasang sendal jepit berwarna hitam dan 1 buah kotak Hitam yang berisi Tali Pinggang, kata Fransiskus

Pada kotak sepatu Warna coklat yang ditemukan di dekat posisi korban mengantung terdapat tulisan “MOHON JANGAN DIGANTI BAJU SAYA”, jelasnya

Setelah korban di evakuasi dari batang kayu tempat menggantungnya korban, pada pakaian korban disaksikan dari pihak keluarga korban ditemukan dari kantong celana korban berupa lembaran Uang Rp. 1000 sebanyak 1 lembar, lembaran Uang Rp. 2000 sebanyak 2 lembar, lembaran Uang Rp. 5000 sebanyak 6 Lembar, lembaran Uang Rp. 10.000 sebanyak 2 lembar, 1 (satu) buah korek api, 1 (satu) set gantungan kunci sepeda motor dan 1 (satu) batang rokok

Diketahui bahwa EYS (21) merupakan teman dekat / pacar dari korban dan sudah pacaran selama 1 ½ tahun. Keduanya tidak lagi berhubungan / Putus hubungan sejak hari minggu tanggal 8 Maret 2026.

Baca Juga :  Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Samosir Kembangkan Budidaya Ikan Sistim Bioflok 

Menurut keterangan EYS bahwa korban meninggalkan pesan yang ditulis tangan pada sebuah kertas dengan isi :
“PESAN TERAKHIRKU OMAEEE
– MAAF ON MA AU OMA ANAK MON NASO MAMBOTO DIADIA.
– PARROHA SEREP JALA TULUS DO AU
– ALE HANCIT HIAN HUTAON PAPOS MA ROHAM OMA PENGHIANATAN NA SO BOI HUTAON
JOSUA”

Pesan yang ditulis tangan tersebut diperoleh EYS dari ZS yang merupakan keponakan dari korban, yang dikirim dengan cara difoto melalui pesan whatsapp.

Sekira pukul 18.30 korban di evakuasi dan dibawa menuju RS HKBP Balige.

Saat ini Jenazah Korban dibawa ke Duka untuk di makamkan hari ini.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terangnya.

Bripda Fransiskus Situngkir menerangkan, diduga kuat korban tewas karena motif asmara. Hal itu dikuatkan dari surat yang ditinggalkan korban berisi masalah asmara yang dihadapinya.

“Diduga kuat masalah asmara,” tegasnya. ( Humas Polres Toba )

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!