Bitung – Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan penuh hikmah dan pengampunan. Momentum ini dimanfaatkan oleh MTs Negeri 1 Bitung dengan menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan sebagai upaya meningkatkan iman, takwa, serta membentuk akhlakul karimah peserta didik.
Pesantren Ramadhan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. Tahun ini kegiatan berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (24–26), mengusung tema “Ramadhan sebagai Momentum Penguat Iman, Akhlak dan Kepedulian Sosial.”
Kepala MTs Negeri 1 Bitung, Drs. H. Sudarto Katijo, M.P.I., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengingatkan para siswa agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh kesungguhan.
“Saya berharap siswa-siswi tetap menjaga ketertiban dan kerapian selama mengikuti Pesantren Ramadhan, sehingga tercipta suasana yang tenang dan materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi. Adapun materi yang diberikan dalam Pesantren Ramadhan meliputi:
Keutamaan ibadah di bulan Ramadhan
Pelatihan membaca Al-Qur’an secara tahsin dan tajwid
Adab dan akhlak dalam Islam
Tata cara wudhu dan praktik sholat
Menjadi pelajar yang produktif
Praktik kultum atau ceramah
Kamad MTs Negeri 1 Bitung menjelaskan bahwa pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun ini mengacu pada petunjuk teknis (juknis) Kementerian Agama dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya. Kegiatan dimulai sejak pagi hari, dilanjutkan hingga buka puasa bersama, dan ditutup dengan sholat Maghrib berjamaah.
Meski demikian, pada hari kerja di awal Ramadhan para siswa tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa dengan bimbingan guru masing-masing.
“Kebijakan ini diambil agar siswa dapat memanfaatkan waktu secara maksimal, baik untuk belajar maupun untuk meningkatkan ibadah serta berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di masyarakat,” jelasnya.
Dengan semangat kebersamaan, MTs Negeri 1 Bitung optimis Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah ini menjadi momentum pembinaan karakter religius yang lebih kuat, membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama. (Lan)















