banner 468x60
Kab. KupangProv Nusa Tenggara Timur

Capaian Setahun Melki–Johni di NTT: Kemiskinan Turun, Stunting dan Struktur Kerja Jadi Sorotan

Avatar photo
2630
×

Capaian Setahun Melki–Johni di NTT: Kemiskinan Turun, Stunting dan Struktur Kerja Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memaparkan evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2024.

Dalam pidato di Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT di Kupang yang dilaporkan media, Melki menyampaikan sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, terutama pada penurunan angka kemiskinan. Namun di sisi lain, masalah stunting dan ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah.

banner 468x60

Pemprov mencatat persentase penduduk miskin per September 2025 berada di angka 17,50 persen atau sekitar 1,03 juta jiwa. Angka tersebut turun dibandingkan September 2024 yang mencapai 19,02 persen. Penurunan ini disebut dipengaruhi oleh bantuan sosial, membaiknya harga komoditas, meningkatnya aktivitas ekonomi desa, serta stabilnya inflasi pangan.

Baca Juga :  NTT Melaju: UMKM Naik Kelas Lewat Sinergi BPOM dan Program OVOP

Meski begitu, lebih dari satu juta warga masih hidup dalam kondisi ekonomi terbatas. Karena itu, pemerintah menilai pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui kebijakan lintas sektor berbasis data keluarga sasaran, bukan pendekatan parsial.

Di bidang kesehatan, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data e-PPGBM, prevalensi stunting tercatat 20,2 persen atau sekitar 65.336 balita. Secara persentase memang menurun, namun jumlah balita terdampak justru naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Gubernur Melki Teken Persetujuan Final KUB Bank : Ini Bukan Sekadar Transaksi Bisnis, Ini Kerja Politik Pembangunan

Sementara itu, data Survei Status Gizi Indonesia 2024 menunjukkan angka stunting di NTT masih berada di kisaran 37 persen. Artinya, sekitar satu dari lima anak masih mengalami gangguan pertumbuhan. Pemerintah menilai kondisi ini menuntut penguatan intervensi lintas sektor, mulai dari pemenuhan gizi, sanitasi, akses air bersih hingga edukasi keluarga.

Dalam aspek ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2025 mencapai 5,14 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pemerintah menilai capaian ini menandakan aktivitas ekonomi mulai bergerak lebih dinamis, terutama melalui penguatan sektor pertanian, peternakan, kelautan berbasis ekonomi biru, serta pariwisata komunitas.

Baca Juga :  Optimalkan kaderisasi SWK kodim 1621/TTS Gelar Musppanitera

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka pada November 2025 tercatat 3,10 persen. Meski disebut menurun dibanding periode sebelumnya, struktur tenaga kerja NTT masih didominasi sektor informal, yang dinilai menjadi tantangan dalam menciptakan pekerjaan layak dan berkelanjutan.

Melki menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berujung pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

(Kevin)

banner 468x60
Editor: Timbul Simanjuntak
banner 468x60
error: Content is protected !!