banner 468x60
BeritaProv Nusa Tenggara Timur

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Menerima Produk Abon Ikan Tuna dari SMK Negeri Bukapiting Sebagai Wujud Hasil Program OSOP

Avatar photo
3534
×

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Menerima Produk Abon Ikan Tuna dari SMK Negeri Bukapiting Sebagai Wujud Hasil Program OSOP

Sebarkan artikel ini

Program One School One Product (OSOP) yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma (Melki–Johni), telah menunjukkan hasil nyata di tingkat satuan pendidikan. SMK Negeri Bukapiting, Kabupaten Alor, menjadi salah satu contoh dengan mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal berupa abon ikan tuna.

 

banner 468x60

Pada Senin, 21 Januari 2026 di Kupang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, menerima produk tersebut dari Kepala Sekolah SMK Negeri Bukapiting, Simon Dgustan Laumakiling, S.Pd. Ambros Kodo menyatakan bahwa produk abon ikan tuna sejalan dengan karakteristik wilayah Alor yang kaya sumber daya kelautan.

Baca Juga :  Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Temukan Jenazah WNA Taiwan

 

“Ini contoh konkret bagaimana OSOP dijalankan di sekolah. SMK Negeri Bukapiting mampu membaca potensi lokal dan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Ini yang kita harapkan dari OSOP, bukan hanya konsep tetapi praktik nyata,” ujarnya.

 

Menurut Ambros, program OSOP dirancang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini serta memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan pembangunan daerah. Melalui program ini, SMK Negeri Bukapiting tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan vokasional, tetapi juga mendorong pembentukan karakter kewirausahaan dan keterampilan produktif peserta didik, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga :  Liput Perambahan Hutan Oknum Kades Intimidasi Wartawan

 

“Keberhasilan SMK Negeri Bukapiting diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Alor maupun wilayah NTT dalam mengimplementasikan program OSOP sebagai bagian dari strategi penguatan pendidikan berbasis potensi daerah dan pembangunan sumber daya manusia,” tambahnya. Program OSOP juga sejalan dengan Dasacita ke-3 pasangan gubernur-wakil gubernur NTT yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui integrasi pendidikan dengan keterampilan vokasional dan kewirausahaan, membentuk karakter produktif, mandiri, dan kreatif, serta memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan potensi lokal.

Baca Juga :  Gubernur NTT Umumkan Susunan Baru: Charlie Paulus resmi Direktur bank NTT

 

Sementara itu, Simon Dgustan Laumakiling menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara guru dan siswa dalam menerjemahkan kebijakan OSOP ke dalam kegiatan pembelajaran produktif. “OSOP memberi ruang bagi sekolah untuk berinovasi. Kami melibatkan siswa secara langsung mulai dari pengolahan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan abon ikan tuna. Ini menjadi pembelajaran nyata bagi mereka,” katanya. Ia menambahkan bahwa melalui OSOP, siswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang nilai ekonomi, kemandirian, dan tanggung jawab.

(Kevin)

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!