BITUNG – Merespons bencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Pemerintah Kota Bitung menggelar Rapat Koordinasi Pemerintah bersama Forkopimda Kota Bitung. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Merdeka Lounge, Jalan Sam Ratulangi No. 45, Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa, Rabu (7/1/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., dan dihadiri oleh Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., perwakilan Kejaksaan Negeri Bitung, Sekda Kota Bitung, serta jajaran kepala perangkat daerah dan unsur Forkopimda lainnya.
Dalam arahannya, Wali Kota Bitung menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bitung akan segera menyalurkan bantuan logistik melalui posko utama yang akan dibentuk. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam pembentukan Posko Tanggap Darurat dan Bantuan di Kota Bitung.
“Dinas Sosial, BPBD, Kesra, serta unsur terkait diharapkan dapat berkolaborasi secara optimal dalam pembentukan posko tanggap darurat,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut disampaikan, penerimaan bantuan akan disesuaikan dengan SK Tanggap Darurat tanggal 5 hingga 18 Januari 2026, guna mempermudah akses anggaran dan bantuan. Seluruh proses penerimaan dan penyaluran bantuan akan dilakukan secara transparan, dengan laporan berkala yang dipublikasikan melalui media sosial resmi.
“Bantuan yang diterima berupa barang atau non-tunai. Pengiriman logistik ke Kabupaten Kepulauan Sitaro akan dilakukan melalui Pemerintah Provinsi, dengan mencantumkan pengirim atas nama Pemerintah dan Forkopimda Kota Bitung,” jelasnya.
Terkait distribusi bantuan bagi korban banjir bandang di Pulau Siau, Pemerintah Kota Bitung bersama Forkopimda memfokuskan mobilisasi logistik dan personel melalui Pelabuhan Bitung sebagai titik keberangkatan utama, guna mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak.
Selain itu, rapat juga membahas kesiapsiagaan lintas sektoral dalam mengantisipasi potensi banjir susulan akibat cuaca ekstrem. Koordinasi dilakukan bersama BPBD, TNI, dan Polri, mengingat kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung.
Usai kegiatan rapat, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam penanganan bencana.
“Kesiapsiagaan harus menjadi prioritas, mengingat potensi bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Dengan koordinasi yang baik, risiko dapat diminimalkan dan respons penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” tegasnya.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mitigasi dan penanganan bencana, sehingga masyarakat Kota Bitung merasa lebih aman menghadapi dinamika perubahan cuaca. (Lan)















