KUPANG – Dunia usaha Nusa Tenggara Timur mencatatkan kinerja impresif pada triwulan II 2026. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia menunjukkan aktivitas bisnis di NTT tumbuh sangat kuat, didorong musim panen dan akselerasi belanja pemerintah.
Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha NTT melonjak ke 43,81% dari sebelumnya 14,11% pada triwulan I 2026. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan nasional yang tercatat 12,97%
Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Adidoyo Prakoso,menyebut lonjakan ini sebagai sinyal pemulihan ekonomi daerah yang semakin solid.
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan | SBT 24,90%, Puncak panen padi dan jagung musim tanam pertama, ditambah panen komoditas perkebunan yang berlanjut, menjadi penopang utama.
Administrasi Pemerintahan | SBT 4,68% Akselerasi realisasi belanja APBN dan APBD di pertengahan tahun anggaran 2026 mendorong pergerakan ekonomi.
Jasa Pendidikan | SBT 3,82% Aktivitas akademik dan penerimaan siswa baru turut mengangkat sektor ini.
Sektor lainnya juga ikut membaik. Perdagangan Besar dan Eceran kembali ke zona positif dengan SBT 1,01%,sementara *Informasi dan Komunikasi mencatat SBT 2,29%. Momentum Iduladha 1447 H dan libur sekolah pertengahan tahun mendorong konsumsi rumah tangga dan lonjakan trafik data.
Optimisme pelaku usaha tercermin dari SBT Investasi yang melesat ke 18,35%* dari 4,06%. Kenaikan signifikan ini terutama datang dari sektor Pertanian 12,43%*, Info dan Komunikasi 3,43%, dan Real Estat 2,65%.
Kondisi keuangan juga membaik. Rentabilitas naik ke *15,33%* dan likuiditas stabil di *19,00%*. Akses kredit ikut menguat ke *13,00%*.
Kapasitas produksi terpakai tercatat 70,67%. Meski melambat dari 77,28%, angka di atas 70% menunjukkan aktivitas produksi masih berjalan pada level tinggi. Utilisasi listrik bahkan tetap tinggi di 97,00%.
Satu catatan: penyerapan tenaga kerja masih kontraksi SBT -1,48% karena berkurangnya kebutuhan tenaga panen dan belanja modal infrastruktur yang baru akan jalan di semester II.
Pelaku usaha memproyeksikan ekonomi NTT tetap tumbuh pada triwulan III 2026 dengan *SBT 31,25%*, meski melambat. Sektor Pertanian, Info dan Komunikasi, Perdagangan, dan Pemerintahan* masih jadi tumpuan.
Kabar baiknya, penyerapan tenaga kerja diprakirakan kembali ekspansi dengan *SBT 8,72%*, dan tekanan inflasi dari sisi harga jual mereda ke 14,58% seiring masuknya panen gadu.
_”Hasil SKDU ini mengonfirmasi bahwa fundamental ekonomi NTT terjaga. Momentum panen dan belanja pemerintah menjadi katalis utama pertumbuhan,”_ ujar Adidoyo Prakoso di Kupang, 17 Juli 2026.
(Kevin)















