KUPANG – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Baitul Arqam Madya Tahun 2026 di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Kamis (14/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah konsolidasi kader sekaligus penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan kepemimpinan generasi muda Muhammadiyah di NTT.
Mengusung tema Kemakmuran Untuk Semua, Dari NTT untuk Indonesia Berkemajuan. forum itu dihadiri puluhan peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Selain kader Pemuda Muhammadiyah, kegiatan turut melibatkan unsur pemerintah, akademisi, organisasi kepemudaan, hingga tokoh lintas agama dan lintas organisasi.
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah NTT, Amir Imran Patiraja, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan semangat kebhinekaan di tengah keberagaman masyarakat NTT. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam merawat toleransi dan memperkuat nilai persaudaraan demi terciptanya pembangunan yang inklusif.
“NTT merupakan rumah bersama yang dibangun di atas keberagaman. Karena itu, semangat toleransi dan persatuan harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya dalam sambutan kegiatan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Jailani Tong, menyampaikan bahwa Rapimwil tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang pembinaan kader agar mampu menghadirkan solusi bagi persoalan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol NTT. Sejumlah tokoh nasional dan daerah juga hadir dalam forum tersebut, di antaranya unsur DPR RI, pimpinan Muhammadiyah, akademisi, organisasi kepemudaan, serta perwakilan lintas iman.
Selain membahas arah gerakan organisasi ke depan, Rapimwil juga menjadi momentum memperkuat sinergi antar kader Muhammadiyah di NTT agar lebih aktif dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui forum ini, Pemuda Muhammadiyah NTT berharap lahir kader-kader muda yang visioner, berintegritas, serta mampu menjadi penggerak perubahan positif untuk daerah dan Indonesia secara luas.
(Kevin)















