banner 468x60

Politik Jokowi, Aria Bima : Saya Tidak Ikhlas Apabila Jokowi Dan Gibran Dukung Capres Lain

Avatar photo
banner 468x60

JAKARTA – Politikus senior PDI Perjuangan (PDI-P) Aria Bima mengaku tak ikhlas apabila Presiden Joko Widodo dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendukung bakal calon presiden (capres) lain di luar PDI-P, termasuk Prabowo Subianto.

“Ya betul, saya tidak ikhlas. Saya tidak ikhlas kalau Pak Jokowi dan Mas Gibran mendukung Prabowo,” ujar Aria di Media Centre TPN Ganjar Presiden, Jakarta, Jumat (20/10/2023), dikutip dari Antara.

Aria pun menyinggung manuver Jokowi yang beberapa kali menunjukkan sikap dukungan kepada salah satu bakal capres

Adapun manuver Jokowi makin terlihat dengan pergerakan politik kedua putranya, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep yang kini menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dari manuver tersebut, Aria mempertanyakan ke Jokowi alasan dinamika itu bisa terjadi. Padahal, semua pencapaian sudah diberikan oleh PDI-P kepada Jokowi hingga akhirnya menduduki kursi presiden.

“Sebagai kader partai, sebagai orang yang semua hal diberikan kepada Pak Jokowi dan Gibran ada apa? PDIP salah apa? Bu Mega salah apa? Wong semua hal sudah diberikan. Apa yang belum diberikan? Sampai hari ini loh ya, sampai hari ini,” tegasnya.

Aria mengaku mewajarkan pertanyaan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani yang menanyakan sikap Jokowi di Pemilu 2024.

Adapun Puan menanyakan perihal apakah masih dukung Ganjar atau tidak.

Baca Juga :  Partai Demokrat Mulai Mengarahkan Dukungannya Untuk Prabowo Pilpres 2024

Menurutnya, pertanyaan itu tidak mungkin terlontar dari Puan Maharani jika kondisinya baik-baik saja.

“Itu yang saya pikir pertanyaan retorisnya Mbak Puan itukan menjadi something wrong saya juga tentang dukungan Pak Jokowi ke Pak Ganjar dan Pak Mahfud ya diserahkan dan yang tahu Pak Jokowi,” pungkas Aria.

Hal ini menanggapi pertanyaan apakah Presiden Jokowi masih mendukung bakal capres Ganjar atau tidak setelah relawan Pro Jokowi atau Projo resmi mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal capres di pesta demokrasi nanti.

“Pertanyaannya harus ditanyakan ke Pak Jokowi bukan ke saya. Jadi nanti tanya ya kalau Presiden udah pulang (ke Indonesia), (masih) pendukung Pak Ganjar Pranowo atau punya pilihan lain? Tolong ditanyakan, saya juga mau tahu jawabannya,” kata Puan di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2023).

Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya tidak memihak dan akan mendukung semua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“ Dukung semuanya untuk kebaikan negara ini,” tegas Presiden Jokowi usai menjadi Pembina Upacara Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Ahad (22/10/2023).

Ia pun menyebutkan satu per satu nama calon presiden (capres) beserta nama calon wakil presiden (cawapres). Namun, saat menyebut nama Prabowo, tidak ada nama cawapres yang disebut Jokowi.

Baca Juga :  Heboh,, Kaesang Putra Bungsu Presiden Jokowi Dikabarkan Bergabung Dengan PSI

Itu karena hingga saat ini belum diumumkan secara resmi, siapa sosok yang akan mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

“Semuanya cocok Pak Anies dengan Pak Muhaimin cocok. Pak Ganjar dengan Pak Mahfud cocok, Pak Prabowo juga cocok,” ujar Jokowi.

Menanggapi hal itu, Puan menyebut apa yang dikatakan Jokowi bentuk sikap kenegarawan dan menunjukkan ketidakberpihakan presiden terhadap salah satu calon di Pilpres 2024.

“Ya, itu memang seorang negarawan harus seperti itu, enggak menyatakan dukungannya kepada salah satu calon dalam kontestasi pilpres yang akan datang,” kata Puan usai Apel Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (22/10).

Dikutip dari Media Tempo, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemilihan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto adalah urusan partai politik. Meskipun demikian, dia merestui dan mendoakan Gibran untuk.

“Tanyakan pada partai politik atau gabungan partai politik, itu ranahnya parpol. Titik. Bukan urusan Presiden,” kata Jokowi seusai menjadi inspektur apel Hari Santri 2023 di Tugu Pahlawan Surabaya, Ahad, 22 Oktober 2023.

Jokowi mengatakan mengikuti perkembangan soal Gibran. Sebagai orang tua, dia menyatakan, tugasnya hanya mendoakan dan merestui.

“Keputusan sepenuhnya pada anak, karena sudah dewasa. Jangan terlalu mencampuri keputusan yang sudah diputuskan anak-anak kita,” ujar Jokowi.

Baca Juga :  Optimalkan Restoratif Justice dalam penyelesaian Perkara, Kapolres Simalungun kembali selesaikan 61 kasus

Jokowi mengakui telah bertemu dengan Prabowo Subianto di Istana Negara. Menurut dia pertemuan itu hal biasa, apalagi setelah dia melawat cukup lama ke luar negeri.

“Kan sudah lama enggak ketemu, biasalah laporan-laporan (selama saya di luar negeri),” kata Jokowi.

Soal Golkar usung Gibran sebagai cawapres

Ihwal Rapimnas Partai Golkar yang menyatakan mengusung Gibran sebagai cawapres pendamping Prabowo, Jokowi meminta agar bertanya pada Golkar.

Saat ditanya apakah Golkar tidak lapor pada presiden, Jokowi menukas, “Urusannya apa kok lapor Presiden.”

Saat didesak apakah Gibran cocok menjadi cawapres Prabowo , Jokowi mengatakan semua cocok. Termsuk Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

“Semuanya cocok. Tanyakan ke koalisi,” ucap dia.

Apel Hari Santri dihadiri oleh beberapa menteri, yaitu Prabowo Subianto, Mendag Zulkifli Hasan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Mensesneg Pratikno, Menag Yaqut Qolil Qoumas sekaligus komandan apel dan Menpan-RB Abdullah Azwar Anas. Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani pun hadir dalam acara itu.

banner 468x60
Penulis: RedaksiEditor: Timbul.S
error: Content is protected !!