Kembali Relawan Pink menunjukkan kepeduliannya bersama Forum Petani Bunga Karo dan LBH – Pink. Mendatangi Kantor Disperindag Kabupaten Karo, untuk melakukan protes dan berdialog akibat maraknya peredaran “Bunga-Bunga” dari PT. Tamora Stekindo (Toba Hasfram) yang membanjiri pasar – pasar lokal diwilayah Kabupaten Karo.
Sehingga, telah memberikan dampak kerugian besar bagi petani-petani bunga lokal yang sudah puluhan tahun bertani bunga di Kabupaten Karo.
Kedatangan rombongan tersebut, disambut dengan baik oleh Kadis Perindustrian Dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karo Bapak Sarjana Purba, S.T.P., M.M.diruang kerjanya pada hari senin (13/07/2026).
Dalam pertemuan itu, Karya Ginting selaku Sekretaris Forum Petani Bunga Karo (FPBK) menyampaikan dengan tegas kepada Kadis Perindag Karo supaya segera dibuat aturan atau regulasi, agar PT. Tamora Stekindo (Toba Hasfarm) tidak bisa lagi menjual produk bunganya dipasar pasar-pasar lokal diwilayah Kabupaten Karo
“Setahu kami PT. Toba Hasfarm itu adalah perusahaan besar bersekala internasional dimana izinnya merupakan perusahaan modal asing (PMA) kan sepatutnya bunga bunga mereka diekspor atau dijual di luar negeri jangan dijual di Berastagi atau di Kabanjahe,” ucap Karya Ginting yang didampingi Jimmy Atta dan Nahar Brahmana.
Anes Ketaren selaku Ketua Relawan Pink yang turut dalam pertemuan tersebut, menegaskan apabila Bupati Karo Antonius Ginting, tidak berpihak dan mendukung petani petani bunga lokal, maka Relawan Pink bersama seluruh petani petani bunga akan turun kejalan berdemonstrasi, meminta supaya Bapak Antonius Ginting lebih baik mundur saja sebagai Bupati Karo, kalau tidak mampu.
Senada dengan itu, Imanuel Elihu Tarigan, SH menyatakan pendapatnya kalau penjualan bunga yang dilakukan PT Tamora Stekindo (Toba Hasfarm) dipasar lokal diwilayah Kabupaten Karo, tidak ada memberikan keuntungan apapun untuk masuk kas Pemda Karo. Selain pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB), tidak ada lagi keuntungan apapun yang diperoleh dari PT Tamora Stekindo (Toba Hasfarm) selama ini terhadap Kas Pemda Karo.
“Inikan sungguh lucu, masak perusahaan besar seperti itu, kontribusi nya cuma bayar pajak PBB saja untuk Kas Pemda Karo, sedangkan penjualan bunganya ribuan batang setiap hari membanjiri pasar lokal di Kabupaten Karo. Ada Apa ini Bupati Karo, ” Ucap Imanuel Elihu Tarigan, SH.
Kadis Perindag Sarjana Purba, S.T.P., M.M. menyambut baik kritikan, usulan dan saran yang disampaikan oleh Forum Petani Bunga Karo, Relawan Pink dan LBH- Pink tersebut.
“Memang benar, pajak yang dibayar PT. Toba Hasfarm cuma PBB saja, akan tetapi jangan lupa, tenaga kerja dan para pedagang bunga juga warga Kabupaten Karo yang diberdayakan oleh PT. Toba Hasfarm, ucap Sarjana Purba.
Ditambahkan pula, Kadis Perindag Karo berjanji akan ikut langsung turun
kelapangan untuk melakukan monitoring dan investigasi ke pasar-pasar lokal sesuai aturan yang berlaku.
(Tim)















