TOBA – Untuk mengetahui kinerja dan pertanggungjawaban penggunaan dana yang dikelola Bumdesma Rimni Tahi Do Gogona, dinas PMD-PA Kabupaten Toba menggelar kembali rapat evaluasi kinerja Bumdesma Rimnitahi Do Gogona di aula Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Rabu, (4/2/2026)
Dalam rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas PMDP-PA, Inspektur, Camat Silaen Tumpal Panjaitan, SE, MM, 18 kepala desa sekecamatan Silaen, Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Pengawas Bumdesama, Pelaksana Operasional, insan Pers dan LSM.
Pada rapat tersebut terungkap satu persatu kejanggalan-kejanggalan dalam pengelolaan dana BUMDesma Rimni Tahi Do Gogona seperti uang yang keluar-masuk yang tidak ada kuitansi, serah terima barang dan besaran uang yang diambil bendahara dari rekening Bank menjadi persoalann yang tak kunjung selesai.
Menurut sekretaris BUMDesma, J. Sibarani, bendahara dan direktur sering sekali tidak transparan dan tidak memberikan data penggunaan dana hingga tidak bisa diarsipkan. Bendahara juga meminjamkan uang ke anggota tanpa alasan yang jelas. Banyak persoalan penggunaan anggaran yang terungkap diantaranya;
1. Direktur meminjam uang dari bendahara sebesar Rp. 295.654.000,-
2. Penggunaan dana sebesar Rp. 1.508.445.896,- (namun berkas belum tertanda tangan dan distempel)
3. Total penańkan uang dari rekening bank sebesar Rp. 1.710.624.100 sementraa saldo kas tunai ditangan bendahara Rp. 202.178.204
4. Uang hasil penjualan ikan lele Rp. 23.888.000,- (Rp. 700.000,- masih ditangan direktur)
Kepala Dinas PMD-PA Toba mempertanyakan ketidakhadiran Direktur Bumdesma Rimnitahi Do Gogona, Stanley Silaen. Stanley Silaen tidak hadir dan bahkan susah dihubungi.
“Kegiatan Bumdesma berupa Bioflok dan penanaman bawang merah tidak menunjukkan hasil yang signifikan walaupun sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp.1.504.853.125,00. Ada temuan bawang merah yang hilang sekitar 1 ton dari kantor Bumdesma Rimnitahi Do Gogona dan kasus pencurian tersdbut telah dilaporkan ke pihak kepolisian,” terang kepala dinas PMD-PA Melati Silalahi.
Menurut kepala dinas PMD-PA Toba, Bumdesma diharapkan bisa meningkatkan ketahanan pangan sesuai dengan Astacita Presiden Republik Indonesia. BUMDesma di Kecamatan Silaen ada 2 (dua) yaitu; Alani Basana dan Bumdesma Rimnitahi Do Gogona. Pengurus Bumdes harus mengetahui tata kelola yang professional, transparan dan akuntabel. Bumdesma Rimnitahi Do Gogona bermasalah penggunaan anggaran.
Karena ketidak jelasan penggunaan anggaran dan hasil panen bawang merah dan ternak lele, Dewan Penasehat (Kepala Desa Huta Namora) Eben Panjaitan, Marusaha Sitorus dan lainnya meminta agar inspektorat Toba memeriksa penggunaan anggaran BUMDesma Rimni Tahi Do Gogona agar bisa dipertanggungjawabkan.
“Saya meminta agar pengelola BUMDesma diperiksa untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran,” ungkap Eben Panjaitan kepala desa Hutanamora.
Rencananya, Inspektorat Toba akan memeriksa dan melakukan perhitungan penggunaan anggaran, jika ditemukan penyelewengan dana dan jika tidak dapat dipertanggungjawabkan, akan dilanjutkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).
Sebelumnya, pertemuan sudah pernah dilakukan dan ini merupakan pertemuan lanjutan mengenai pertanggungjawaban penggunaan anggaran Bumdesma tersebut. (Red.toba/BNN)















