banner 468x60
Kab. KupangProv Nusa Tenggara Timur

Dukung Ekosistem Keuangan Inklusif, BI NTT dan BP3MI Tingkatkan Kompetensi Edukator PMI

Avatar photo
1171
×

Dukung Ekosistem Keuangan Inklusif, BI NTT dan BP3MI Tingkatkan Kompetensi Edukator PMI

Sebarkan artikel ini

Kupang, – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT) bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi keuangan dan digital masyarakat melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) bagi pegawai BP3MI. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Aula Nembrala KPwBI NTT ini diikuti oleh 20 pegawai BP3MI yang dipersiapkan sebagai agen edukasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan calon PMI. (18 Juni 2026)

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperluas jangkauan edukasi mengenai sistem pembayaran digital, pelindungan konsumen, serta program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Langkah ini dinilai strategis mengingat pekerja migran merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memerlukan pemahaman memadai terkait pengelolaan keuangan, keamanan transaksi digital, dan pemanfaatan layanan keuangan formal.

banner 468x60

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan dan pelindungan konsumen menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Baca Juga :  Gubernur NTT Tutup Retret Kepemimpinan, Tegaskan Disiplin ASN dan Dukungan Ekonomi Lokal

Menurutnya, kemudahan akses layanan keuangan harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan menghindari berbagai modus kejahatan digital yang semakin kompleks.
“Maraknya penipuan berbasis digital menuntut masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan data pribadi. Informasi seperti PIN, OTP, maupun data kartu perbankan tidak boleh diberikan kepada pihak mana pun. Masyarakat perlu menerapkan prinsip kehati-hatian dan memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil keputusan keuangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pelindungan konsumen melalui kampanye “Kalau Ragu, Stop Dulu”, yang mendorong masyarakat untuk lebih kritis terhadap berbagai tawaran maupun permintaan data pribadi yang mencurigakan. Selain itu, edukasi CBP Rupiah diberikan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah sebagai bentuk mitigasi terhadap peredaran uang palsu.

Baca Juga :  Advokat Muda, Bildad Thonak Terpilih Menjadi Ketua DPD KAI NTT, Ini yang Disampaikan

Sementara itu, Kepala BP3MI Nusa Tenggara Timur, Suratmi Hamida, menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung pelindungan PMI. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dan penggunaan layanan digital yang aman akan membantu pekerja migran dalam mengoptimalkan hasil kerja mereka sekaligus meminimalkan risiko kerugian akibat penyalahgunaan teknologi.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas peserta, pelatihan menghadirkan berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan PMI dan calon PMI. Materi pengelolaan keuangan serta teknik komunikasi publik disampaikan oleh Beatrix Yunarti Manehat, sementara materi mengenai sistem pembayaran non-tunai, pelindungan konsumen, dan CBP Rupiah diberikan oleh tim Bank Indonesia Provinsi NTT.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami substansi materi yang diberikan, tetapi juga mampu menyampaikan kembali informasi tersebut secara efektif kepada masyarakat. Dengan demikian, pegawai BP3MI dapat berperan sebagai perpanjangan tangan edukasi yang membantu meningkatkan literasi keuangan, mendorong penggunaan transaksi digital yang aman, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan memahami Rupiah.

Baca Juga :  Direktur PDAM Kupang Lilijawa Hadirkan Program Air Bersih. Cukup Rp800 Ribu untuk Sambungan Baru

Ke depan, Bank Indonesia bersama BP3MI NTT akan terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan program-program edukasi yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan, terlindungi dalam bertransaksi, serta memiliki kecintaan dan kebanggaan yang lebih kuat terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

(Kevin)

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!