TAPUT – 20% dari Dana Desa yang dikucurkan untuk pertanian sebagai wujud ketahanan pangan (KETAPANG) yang kelolah oleh BUMDes dari 26 Desa masing-masing di Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara (Sumut) diinformasikan mengalami kerugian. Hal ini pun menjadi sorotan masyarakat, sebab pagu ratusan juta untuk pertanian dikelolah oleh setiap BUMDes tersebut tidak ada yang mengalami surplus.
” Ahhh.. lagu lamanya itu, refrennya juga kita sudah hapal itu. Hahah.. Mana mungkin beruntung? Pasti puntung! Coba diperiksa semua belanja barang dan jasa pasti banyak yang Mark up. ” ujar Pakpahan salah satu warga Kecamatan Pangaribuan.(29 April 2026)
Dikonfirmasi ke beberapa direktur BUMDes yang ada Kecamatan Pangaribuan, mereka mengatakan bahwa adanya setoran uang bayaran jasa pembuatan Program Kerja dan pembuatan RAB, bahkan ada beberapa Direktur BUMDes yang mengatakan bahwa pihak PMD dan pendamping Desa sebagai suplayer untuk jenis barang dalam pertanian tersebut.
” Bagaimana mau untung, bayaran sana dan bayaran sini banyak harus ditanggulangi,” kata IS salah satu Direktur BUMDes Kecamatan Pangaribuan.
Ditanya, apakah semua BUMDes Se-Kecamatan Pangaribuan RABnya mereka yang kerjakan?
” Setahu saya semua BUMDes mereka yang kerjakan.”jawabnya.
Loren Tambunan sebagai Kasi PMD Kecamatan Pangaribuan membantah hal tersebut, ditanya apa benar PMD Kecamatan Pangaribuan dan Pendamping terlibat dalam pembuatan RAB dan Program Kerja?
“Masalah RAB saya tidak mengerti, seperti tadi harga pupuk di RAB saya tidak ngerti itu.!” jawab Loren Tambunan.(04 Mei 2026)
Loren Tambunan Kasi PMD Kecamatan Pangaribuan membantah bahwa mereka terlibat langsung dalam pengadaan barang dan jasa pada program pertanian BUMDes se-Kecamatan Pangaribuan.
Masyarakat Kecamatan Pangaribuan mendesak pihak Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan terkait program pertanian BUMDes se-Kecamatan Pangaribuan.
” Kalau pihak PMD membantah hal teraebut, sebenarnya gampang itu. Coba kejaksaan memeriksa seluruh Direktur BUMDes se-Kecamatan Pangaribuan, nanti mereka juga akan jujur. Karena kasus kerugian BUMDes se-Kecamatan Pangaribuan itu sudah Milliaran. Masa ada yang bermodal Rp140juta tanam kentang hasilnya dijual hanya Rp10juta, gak masuk diakal..!” jelas Pakpahan.
Dengan terbitnya berita ini, masyarakat Kecamatan Pangaribuan berharap kepada Polres Taput khususnya TIPIKOR Polres Taput dan Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara untuk segera melakukan penyelidikan karugian tersebut, demi penyelamatan keuangan negara.
(Timbul Simanjuntak)















