SIPAHUTAR – Warga salah satu desa di Kecamatan Sipahutar geger dengan kedatangan puluhan personil Polisi berseragam dari Polres Tapanuli Utara dengan memarkirkan beberapa mobilnya didepan gereja HKBP pada pukul 23:00 Wib Minggu, 12 April 2026.
“Mana pendeta JS nya? Kita kan menunggu orang tua pendeta JS dan si JS-nya. Bukan polisi..!” ujar Simanjuntak.
Warga sedang berbondong-bondong menunggu kedatangan JS dan orang tuanya untuk menuntaskan masalah hubungan asmara JS dengan SS siswi SMA kelas XII secara adat dan kekeluargaan. Namun yang dinanti tidak kunjung datang, yang datang malah puluhan personil Polisi dari wilayah hukum Polres Tapanuli Utara.
JS adalah pendeta yang ditugaskan di salah satu gereja HKBP di Kecamatan Sipahutar memiliki hubungan asmara dengan jemaatnya anak perempuan yang duduk dibangku SMA kelas III (XII) SMA.
Kejadian ini berawal minggu yang lalu ketika sore harinya warga melihat ada sosok perempuan berlari masuk ke rumah dinas pendeta JS. Warga pun curiga siapa sosok perempuan yang berlari kerumah dinas pendete JS tersebut. beberapa jam kemudian warga mengamati dan semakin menimbulkan kecurigaan mereka. Akhirnya warga memberanikan diri untuk masuk kerumah pendeta JS untuk mencari dan mengetahui siapa sosok perempuan yang berlari kerumah pendeta tersebut.
“Ternyata perempuan itu adalah JSS yang juga jemaat HKBP ini yang masih duduk dibangku sekolah SMA kelas 3 (XII) sekarang.” ujar Simanjuntak.
Setelah hal itu diketahui oleh pihak keluarga si Perempuan, lalu JSS ditanyai terkait hubungannya dengan Pendeta JS.
“Ditanyailah si JS ini sejauh mana hubungannya dengan pendeta JSS, ternyata mereka sudah dua kali melakukan berhubungan badan.” jelasnya Simanjuntak.
Keluarga JS lalu memanggil JSS untuk mengkonfrontasi hal tersebut,
” Awalnya JSS tidak mau mengakui hubungan badan tersebut, tapi setelah JS menunjukkan buktinya. Lalu JSS mengakuinya. Maka dari situlah pihak penatua adat ingin melakukan penyelesaian secara adat. Kalau toh si JSS sudah mengakuinya dan siap menikahinya kan itu solusinya. Maka JSS akan membawa orangtuanya untuk bertemu dengan orang tua JS pada hari Senin .” jelasnya.
Namun menurutnya, hal yang paling mengjengkal warga dan pihak keluarga Perempuan adalah pada minggu sorenya diam-diam pihak keluarga JSS ingin mengangkut barang-barang JSS dari rumah dinas tersebut.
“Pihak keluarga JSS diam-diam ingin mengangkat barang-barangnya dari rumah dinas HKBP, lalu kami melarangnya. Kami curiga apa JSS ingin melarikan diri,, Kami bilang agar ortu JSS segera datang. Dan kami juga tidak mengizinkan barang-barang JSS tersebut dibawa keluar dari rumah dinas. Kami tunggu beberapa jam kemudian, tiba-tiba datanglah puluhan personil Polisi dari Polres dan Polsek tanpa ada orang tua si Pendeta. Jangan karena kita orang kecil jadi sesukanya, dan mencoba melakukan intimidasi.” ujar keluarga Perempuan.
Dengan dimediasi oleh Pihak Kepolisian maka pihak keluarga dan pihak kepolisian akan menunggu kehadiran dari pihak keluarga Laki-laki hingga Senin, 13 April 2026.
Menurut beberapa para pelayan gereja HKBP tersebut, bahwa pendeta JSS sudah punya pacar dan akan dinikahinya bulan Mei 2026 ini. Dan informasinya JSS akan menikah di Medan dengan Boru Hutauruk.
” Mungkin hal itu yang membuat dilema pendeta JSS” tutupnya.
Dikonfirmasi kepada pendeta JSS, hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban dan tanggapan dari pendeta JSS. Awak media juga masih terus berupaya untuk melakukan konfirmasi hal ini kepada pihak petinggi HKBP.
(Timbul Simanjuntak)













