TAPUT – Bantuan rehab sekolah atau Revitalisasi Ta 2025 di SD Negeri 177928 Purba Sinomba, Kecamatan Siborongborong menjadi sorotan warga. faktanya, bahwa pekerja yang diberdayakan oleh Kepala Sekolah sebagai Tukang pada proyek Revitalisasi tersebut adalah bukan warga Desa keberadaan sekolah tersebut.
” Kami gak tahu apa maksud kepala sekolah boru Siarait ini, sedikitpun tidak ada menghargai warga desa disini. Masa pekerja disana juga harus dari Siborongborong?” ujar Simanjuntak warga Dusun Purbasinomba Desa Pohan Jae.( 04 Februari 2026)
Menurutnya keterangannya ketika ditanya ketua dan anggota komite SD Negeri 177928 Purba Sinomba bahwa komite juga tidak dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan Revitalisasi tersebut.
” Kami sudah tanya komite, mereka juga tidak dilibatkan sama sekali mulai dari perencanaan dan mulainya pekerjaan.” sambungnya.
Menindak lanjuti hal tersebut, dikonfimasi kepada Demas Simanjuntak sebagai ketua Komite SD Negeri 177928 Purba Sinomba, Demas Simanjuntak juga membenarkan hal tersebut, beliau mengatakan bahwa dalam perencanaan dan awal pekerjaan pihak Komite tidak dilibatkan.
” Kami pernah diundang tapi sudah mulai pekerjaan pembongkaran atap-atap ruangan. Apalagi yang kami rapatkan karena sudah dilaksanakan.” jawab Demas Simanjuntak.
Ditanya apakah pernah dilibatkan dalam penggunaan Dana Bos?
” Hampir 5 tahun Dia sebagai Kepala Sekolah Komite tidak pernah dilibatkan dalam penggunaan Dana Bos. Kalau Kepala sekolah sebelumnya masih bagus koordinasinya. ” jawab Demas Simanjuntak.

Dikonfirimasi kepada Termi Sirait Kepala Sekolah SD 177928 Purba Sinomba, namum hingga berita ini diterbitkan Termi Sirait belum memberikan tanggapan. Pada kunjungan awak media pada 04 Februari 2026 Kepala Sekolah sedang tidak berada disekolah karena keadaan kurang sehat menurut salah satu guru di sekolah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Togar Nababan sebagai pemerhati pendidikan sangat menyayangkan tindakan kepala sekolah SD Negeri 177928 Purba Sinomba.
” Proyek inikan Swakelola, maka seharusnya melibatkan komite mewakili orang tua siswa sekolah tersebut. Tampaknya kepala Sekolah ini terlalu arogan dalam menjalankan tugasnya.” ujar Togar Nababan.
Tetkait bangunan, Togar juga mengkritiki bangunan terkesan asal jadi.
” Saya ikuti pekerjaan ini sejak awal, pada pengatapan terkesan asal jadi. Masa mereka menanam tiang penyangga baja ringan sambungan ke rangka atap. Kita tidak tahu kealitas pekerjaan tersebut dan saya duga itu tidak sesuai dengan juklak dan juknisnya dan RABnya.” sambungnya.
Togar juga menuding pekerjaan tersebut sebagai ajang korupsi dan mendesak Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan.
” Saya duga ini adalah sebagai ajang korupsi, sebab bangunan asal jadi, tentu disana sangat kuat dugaan mark up. Aparat penegak Hukum harus segera melakukan pemeriksaan terkait pekerjaan tersebut.” tutupnya.
Dengan terbitnya berita ini, masyarakat berharap kepada Dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan demi penyelamatan keuangan negara.
(TS)















