banner 468x60
Kab. Toba

Penggunaan Dana Bos Di SMK Negeri 1 Balige Diduga Korupsi, Sekolah Terburuk Di Wilayah Tano Batak

Avatar photo
1546
×

Penggunaan Dana Bos Di SMK Negeri 1 Balige Diduga Korupsi, Sekolah Terburuk Di Wilayah Tano Batak

Sebarkan artikel ini

BALIGE – Penggunaan Dana Bos Tahun Anggaran 2024-2025 di SMK Negeri 1 Balige menjadi sorotan masyarakat diduga kuat dikorupsi, faktanya dana Bos yang dikucurkan oleh Pemerintah tidak berdampak bagi perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana di SMK Negeri 1 Balige.

” Sudah lama kaca jendela pecah dan hampir  semua gedung sekolah kami ini begitu.” ujar salah satu siswa SMK Negeri 1 Balige. (23 Januari 2026)

banner 468x60

Ditanya apakah pernah ada perbaikan selama dua tahun akhir ini?

” Sepertinya tidak ada, sebab kita lihat ya begitu-begitu saja.” ujarnya.

Ditanya berapa uang komite yang dipungut pihak SMK Negeri 1 Balige dari setiap Siswa?

” Kami bayar SPP Rp.110ribu perbulan bang,” jawabnya.

Baca Juga :  Toba Pulp Lestari Bersama Dr’s Koffie Foundation, IEAM, dan Pemkab Toba Selenggarakan Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan Bergerak Bagi 800 Warga
Kaca Jendela Setiap Gedung SMK Negeri 1 Balige Mengalami Pecah Dan Tampak Tidak Terawat

Barimbing sebagai bendahara di SMK Negeri 1 Balige mengatakan bahwa terkait penggunaan Dana Bos di Sekolah SMK Negeri 1 Balige tidaklah ada hubungannya dengan dirinya.

“Bendahara Komite, mengenai itu langsung ke Kepsek. Tidak ada hubungannya dengan saya,(Dana Bos)” jawab Barimbing.

Ditanya Pungutan Komite yang diterima oleh pihak sekolah digunakan untuk apa saja, namun Baringbing belum menanggapi pertanyaan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Mangapul Siahaan salah satu pemerhati pendidikan di Kabupaten Toba mengatakan keprihatinannya,

” Inilah salah satu sekolah terburuk di Dikabupaten Kawasan Danau Toba, Dana Bos yang dikucurkan untuk perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana itu kemana? Ini perlu diselidiki oleh APH karena sangat kuat dugaan adanya penyelewengan.” ujar Mangapul Siahaan.

Baca Juga :  Jumlah Dana Bos Yang Fantastis Belum Berdampak Pada Pemeliharaan Fasilitas SMK Negeri 1 Balige

Mangapul juga menyoroti terkait uang komite yang dipungut oleh pihak SMK Negeri 1 Balige ke orang tua siswa.

” Jumlah siswa 1509 orang dikali Rp.110.000.-persiswa. Maka pertahunnya 165,990,000×12
=1,991,880,000/Tahun. Hampir 2 Miliar. Kemana saja?” ungkap Mangapul.(23 Januari 2026)

Berikut Anggaran Dana Bos SMK Negeri 1 Balige untuk perawatan dan pemeliharaan Sarana dan prasarana.

Untuk Sarpras Dari Dana Bos
Tahun 2024
Tahap 1=185.631.000
Tahap 2=105.885.000
Total = 291,516,000

Tahun 2025
Tahap 1= 83.500.000
Tahap 2=239.695.000
Total = 323,195,000.

Menindak lanjuti hal tersebut, Jalarwin Dabutar sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Balige sebagai pengguna anggaran Dana Bos TA 2024-2025 mengatakan bahwa dirinya bukan kepala sekolah lagi di SMK Negeri 1 Balige.

Baca Juga :  Korupsi Dana Bos, Kepala Sekolah SMA 19 Medan Ditahan Kejaksaan Negeri Belawan

” Sejak Januari bukan saya lagi kepala Sekolah, kalau ada yang perlu ke Kepala Sekolah yang baru saja.” jawab Jalarwin Dabutar via telepon seluler. (31 Januari 2026)

Ditanya terkait Pengunaan Dana Bos yang digunakan untuk perawatan Sarana dan Prasarana, Jalarwin mengatakan bahwa dirinya sudah selesai pemeriksaan.

” Apa lagi, sudah diperiksa inspektorat” jawab Jalarwin.

Dengan terbitnya berita ini, diharap kepada Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan terkait penggunaan Anggaran di SMK Negeri 1 Balige.

(Red)

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!