banner 468x60
Berita  

Romo Frengki Rusae: Mari, Ikutlah Aku mengabarkan Kebaikan dan Kebenaran

Avatar photo
banner 468x60

Minggu 21 Januari 2024 merupakan Hari Minggu Biasa III, Hari Minggu Sabda Allah, dengan tema “Mari, Ikutlah Aku”

Fenomena sosial  yang terjadi saat ini, seperti banjir di mana-mana, peperangan yang terjadi seperti di Israel dan Palestina,  Iran dan Pakistan. Dalam fenomena sosial seperti ini, kita juga tidak luput, bahwa di dalam keluarga-keluarga juga terjadi perpecahan. Hal ini diungkapkan oleh Romo Frengki Rusae, Pr dalam kotbahnya hari ini, Minggu, 21/01/2024

banner 468x60

Romo membeberkan, bahwa fenomena yang terjadi dalam keluarga sekarang adalah para suami tidak lagi menaruh kepercayaan kepada istri dan istri tidak juga menaruh kepercayaan kepada suami inilah yang terjadi dalam kehidupan keluarga-keluarga.

“Dalam fenomena sosial ini, dalam Kitab Nubuat Yunus, Ia (Yunus_red) mengajak kita  belajar untuk memahami diri kita seperti apa, dan memahami situasi sekarang ini, karena jika tidak, kita akan mengalami banyak bencana dan itu disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri,” ungkap Romo Frengki

Baca Juga :  Bertugas Sebagai Sahabat Anak, Polsek Simanindo Sambut Hangat Kunjungan dari TK ASSISI Tomok

Lebih lanjut dikatakan, jika satu orang menebang seratus pohon, bayangkan kalau seribu orang yang menebang pohon, maka lingkungan kita akan menjadi rusak dan musnah.

Romo juga mengingatkan untuk kembali menanam pohon yang sudah dirusak demi masa depan umat manusia, sebab kita semua adalah bagian terpenting dari  kehidupan kosmos dunia.

“Bapak dan ibu harus bersyukur karena kita adalah salah satu maha karya yang paling agung. Maka, dalam Maha karya Penciptaan Tuhan yang paling Agung ini, kita mesti melihat diri, kita perlu menata kembali apa yang telah dirusakan”

“Bapak dan mama, saudara/i, Nubuat Nabi Yunus pada hari ini sangat bermakna bagi setiap kehidupan pelayanan hidup kita. Di mana kita harus kembali kepada Tuhan dengan kembali menata alam. Jika kita sudah memotong beribu-ribu pohon, maka kita harus kembali menanam berjuta-juta pohon, agar kita bisa bersahabat dengan lingkungan kita.” Ucap Romo dengan rendah hati.

Baca Juga :  Batasi Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, Polres Labuhanbatu Lakukan Patroli Gabungan bersama TNI, dan Satpol PP

Romo Frengki juga mengingatkan kepada seluruh Umat yang hadir, bahwa untuk mencintai pasangan, keluarga, harus betul-betul murni dalam hati, dan harus melihat, bahwa apakah kita mampu atau tidak, kalau tidak mampu, maka kita harus merubah diri. Jangan karena situasional, kita membuat seolah-olah kita berdamai dengan suami/i dan anak-anak, ternyata di belakang tidak demikian.

Injil hari ini juga mengajak kita untuk mengikuti Tuhan harus sepenuh hati. Romo mencontohkan seperti Andreas dan Simon yang meninggalkan setiap perjalanan hidupnya, baik itu penghasilan mereka, yang mana, awal mulanya mereka menjadi penjala Ikan dan akhirnya menjadi penjala manusia.

Hal ini, Kata Romo, mau mengajarkan kepada kita, bahwa setiap yang membuat kita nyaman, kita perlu melihat itu, sebab, kenyamanan belum tentu baik, atau belum tentu bisa dikatakan benar bagi Tuhan.

Baca Juga :  SWK Kodim 1621/TTS Gelar Pembinaan Rutin Setiap Minggu Laksanakan Latihan Krida Mountainering 

Sebagai penutup, Romo mengutip tema Minggu ketiga hari ini, yakni “Mari, Ikutlah Aku”. Dari tema ini, anda semua dipanggil untuk berani mengatakannya, untuk mengabarkan kebaikan dan kebenaran, meskipun kebaikan yang dilakukan adalah hal yang kecil, tapi dia membawa kita untuk berpikir lebih jauh lebih baik, itulah yang dikehendaki.

“Semoga dalam panggilan hidup, kita berani untuk menemukan jati diri kita masing-masing, dan mengikuti Tuhan di setiap perjalanan hidup kita,” pungkas Romo

banner 468x60
Penulis: Ridho SeranEditor: Ridho Seran
error: Content is protected !!