TAPUT – Pengelolaan keuangan di sekolah SMP Negeri 1 Sipoholon banjir kritikan dari masyarakat. Faktanya, besaran Dana Bos yang dikucurkan ke sekolah SMP Negeri 1 Sipoholom belum berdampak baik bagi perawatan gedung sekolah.
“Kita melihat dari data Dana Bos SMP Negeri 1 Sipoholon untuk perawatan dan pemeliharaan ditahun 2025 sejumlah Rp.60.159.000. Tapi masih ada asbes bolong, kaca jendela yang belum diperbaiki. Lalu uang itu dikemanakan?” ujar Pariang Simanjuntak salah satu pemerhati pendidikan di Tapanuli Utara.( 11-03-2026)
Pariang Simanjuntak juga menyatakan bahwa Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sipoholon terkesan arogan kurang menghargai para sosial kontrol yang ingin konfirmasi terkait penggunaan Keuangan Sekolah SMP Negeri 1 Sipoholon.
“Semenjak SMP Negeri 1 Sipoholon mengelola proyek Revitaliasi selalu gerbangnya ditutup. Ada apa dengan revitalisasi sekolah ini? Apakah karena beliau istri dari anggota Polisi merasa bahwa dirinya kebal hukum dan tidak bisa dikonfirmasi?” sambung Pariang Simanjuntak.

Saat konfirmasi ke pihak Sekolah SMP Negeri 1 Sipoholon, Arslan Rotua Pormauli Limbong kepala sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sipoholon sedang tidak berada di sekolah,
” Ibu itu lagi di Polres,” jawab Sihombing salah satu guru SMP Negeri 1 Sipoholon.(11-03-2026)
Hingga berita ini diterbitkan, Arslan Rotua Pormauli Limbong kepala sekolah SMP Negeri 1 Sipoholon belum menanggapi konfirmasi sejak 5 Februari hingga sekarang.
Dengan terbitnya berita ini masyarakat berharap adanya evaluasi dan penyelidikan terkait penggunaan Dana Bos tahun anggaran 2025 dan Proyek Revitalisasi TA 2025 di SMP Negeri 1 Sipoholon, sebab tidak menutup kemungkinan diduga penyelewengan keuangan negara.
(TS)












