banner 468x60
Kab. KupangProv Nusa Tenggara Timur

BI NTT Bersama LLDIKTI XV Dorong Mahasiswa KKN GENTASKIN Menjadi Penggerak Literasi Keuangan di Desa 3T

Avatar photo
1728
×

BI NTT Bersama LLDIKTI XV Dorong Mahasiswa KKN GENTASKIN Menjadi Penggerak Literasi Keuangan di Desa 3T

Sebarkan artikel ini

Kupang – Komitmen memperluas literasi keuangan hingga ke pelosok terus diperkuat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT). Melalui kolaborasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, BI NTT membekali ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch II Tahun 2026 agar mampu menjadi penggerak edukasi keuangan digital dan Program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Pembekalan yang berlangsung secara hybrid pada 22–24 Juni 2026 menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian pada 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 2.319 mahasiswa dan 100 dosen pendamping dari 41 perguruan tinggi akan melaksanakan KKN di 13 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

banner 468x60

Pelaksanaan KKN Tematik GENTASKIN secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, didampingi Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng. Dalam arahannya, Menteri Brian menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen transformasi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga :  Gubernur NTT Umumkan Susunan Baru: Charlie Paulus resmi Direktur bank NTT

Sebagai salah satu mitra strategis, BI NTT memberikan pembekalan mengenai pelindungan konsumen di era digital serta edukasi CBP Rupiah. Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang penggunaan layanan keuangan digital yang aman, perlindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital, hingga pentingnya mengenali ciri keaslian dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik.

Baca Juga :  Smash Cabe Rawit Antar CMRT Maumere ke Final

Kepala Perwakilan BI NTT menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai perpanjangan tangan edukasi di tengah masyarakat, khususnya di desa-desa yang akses terhadap informasi dan literasi keuangannya masih terbatas. Melalui interaksi langsung selama pelaksanaan KKN, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan edukasi yang mudah dipahami sekaligus mendorong masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan transaksi digital.

Untuk memperkuat dampak program tersebut, BI NTT juga menginisiasi Kompetisi PeKA Rupiah TAPUTAR DESA NTT. Melalui kompetisi ini, mahasiswa didorong menghadirkan berbagai inovasi edukasi mengenai pelindungan konsumen dan CBP Rupiah dengan pendekatan yang kreatif, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat desa.

Baca Juga :  Plt. Kepala SMK N 2 Kupang Yohanis K.Lomi: "Terus Berkomitmen Untuk Berikan Yang terbaik "

Kolaborasi antara BI NTT dan LLDIKTI Wilayah XV diharapkan tidak hanya mendukung keberhasilan pelaksanaan KKN Tematik GENTASKIN, tetapi juga memperluas jangkauan literasi keuangan nasional hingga ke wilayah 3T. Dengan keterlibatan aktif mahasiswa sebagai agen perubahan, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya bertransaksi secara aman, terlindungi dari risiko kejahatan digital, serta menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Melalui sinergi yang berkelanjutan antara Bank Indonesia, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, upaya membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berdaya saing di Nusa Tenggara Timur diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Kevin)

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!