KUPANG – SMKN 6 Kupang menggelar acara pelepasan siswa kelas XII dengan penuh khidmat dan suasana positif di Aula GMIT Center Kupang, Sabtu (9/5/2026). Sebanyak 308 siswa resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah tersebut.
Kepala SMKN 6 Kupang, Asa Lahtang, menyampaikan bahwa dari total 309 siswa yang terdaftar, satu siswa telah meninggal dunia sebelum pelaksanaan ujian sekolah. Meski demikian, semangat kebersamaan tetap terasa hingga momen pelepasan berlangsung.
Dalam kesempatan itu, Asa Lahtang mengaku sempat khawatir terhadap potensi euforia kelulusan yang berlebihan seperti aksi coret-coret seragam maupun konvoi ugal-ugalan di jalan. Bahkan, pihak sekolah telah memberikan peringatan tegas kepada siswa agar menjaga nama baik sekolah.
“Saya sudah menyampaikan lewat grup WhatsApp, jika ada satu saja siswa yang kedapatan melakukan coret-coret di jalan, maka acara pelepasan akan dibatalkan,” ujarnya.
Namun kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Para siswa justru merayakan kelulusan dengan cara yang lebih positif dan dewasa. Mereka memilih berkumpul bersama teman-teman, bernyanyi, makan bersama, hingga mengadakan bakar ikan tanpa mengganggu ketertiban umum maupun merusak fasilitas publik.
Menurut Asa Lahtang, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk mengekspresikan diri secara sehat dan kreatif. Karena itu, pihak sekolah memilih pendekatan yang humanis dengan tetap melakukan pendampingan kepada siswa, bahkan setelah ujian selesai.
Guru-guru disebut tetap aktif mendampingi berbagai kegiatan siswa, termasuk proses pembuatan video angkatan yang dilakukan hingga malam hari.
Suasana pelepasan pun berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Nyanyian, tepuk tangan, serta sesi foto bersama menjadi warna utama acara, menggantikan aksi negatif yang kerap muncul saat perayaan kelulusan.
Menariknya lagi, kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa pungutan biaya dari orang tua maupun wali murid. Seluruh pembiayaan berasal dari anggaran sekolah dan dana Iuran Penyelenggaraan Pendidikan (IPP) yang dikelola secara transparan.
“Dalam kondisi efisiensi saat ini, kami tetap berusaha memaksimalkan setiap anggaran yang ada. Walaupun sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi siswa,” tutup Asa Lahtang.
Melalui pendekatan penuh empati dan pengawasan yang baik, SMKN 6 Kupang menunjukkan bahwa perayaan kelulusan dapat berlangsung meriah, tertib, dan tetap meninggalkan kesan positif bagi semua pihak.
(Kevin)















