TAPSEL- Pendidikan adalah aset dan investasi masa depan bangsa, tapi bagaimana kalau dunia pendidikan itu terkesan minim pengawasan dan terabaikan. Hal inilah yang disampaikan oleh Aris Pasaribu sebagai koordinasi investigasi DPD LSM LAPAN TIPIKOR Sumut,” Saya heran pada semua sekolah-sekolah SMA sederajat dibawah naungan Kantor Cabdis Pendidikan Wilayah XI Provinsi Sumatera Utara. Banyak yang hancur banyak yang tampak tidak terurus, Ini Kantor Cabdis apa sih gunanya?” ujar Aris Pasaribus ketika berkunjung ke SMK Negeri 1 Tantom Angkola. ( 6 Mei 2026)
Aris Pasaribu sangat menyesalkan pengawasan dan pembinaan di sekolah-sekolah cabdis Wilayah XI Provinsi Sumut yang berada di Kota Padang Sidempuan.

Menurut Aris Pasaribu, besarnya anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana yang dikucurkan dari Dana Bos tidak membuat sarana dan prasarana di SMK Negeri 1 Tantom Angkola menimbulkan dugaan adanya penyelewengan Dana Bos.
“Hancur Bos!! Kalau begini terus mau dibawa kemana wajah pendidikan di Prov Sumatera Utara. Kepala Cabang Kantor Cabdis Pendidikan Wilayah XI perlu dipertanyakan ini!” ujar Aris.
Lebih lanjut, Agus Zulfan Harahap,SS sebagai kepala sekolah SMK N 1 Tantom Angkola sedang tidak berada di sekolah.
“Bapak Kepala sekolahnya sedang naik haji sejak hari minggu kemarin. ” jawab Ahmad Husein. Spd sebagai wakil kepala sekolah SMK Negeri 1 Tantom Angkola.( 6 Mei 2026)
Ahmad Husein, Spd mengatakan bahwa dirinya tidak bersedia dikonfirmasi terkait penggunaan Dana Bos di SMK Negeri 1 Tantom Angkola.
” Biarlah kepala sekolah yang menjawab,” jawab Ahmad Husein.
Menanggapi hal itu, Aris Pasaribu sangat meyesalkan pelaksaan penggunaan anggaran Dana Bos di sekolah SMK Negeri 1 Tantom Angkola.
” Kita bingung, kita minta nomor Wa kepala sekolah tidak dikasih,, ditanya bendahara sedang tidak berada disekolah. Jadi kita duga ini ada persekongkolan diduga Korupsi berjemaah disini terkait penggunaan Dana Bos dibawah naungan Cabdis Pendidikan Wilayah XI provinsi Sumut ini. Semua saling menutupi. Tidak ada yang koperatif tapi rata-rata banyak temuan.” jelas Aris.
Dengan terbitnya berita ini, Aris Pasaribu mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Sumut harus mengevaluasi terkait birokrasi pendidikan dibawah naungan Kantor Cabdis Wilayah XI. Beliau juga menyatakan Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan terkait penggunaan Dana Bos di Wilayah Cabdis tersebut demi penyelamatan keuangan negara.
(Timbul Simanjuntak)















