banner 468x60
BeritaKab. Tapanuli UtaraKec. Pangaribuan

BUMDes Dolok Saut Tanam Kentang Modal 180juta, Panennya Hanya 10Juta. Warga : Hancurlah Sudah,, Ini Harus Diusut, Biarlah Mereka Pertanggungjawabkan Semua

Avatar photo
4181
×

BUMDes Dolok Saut Tanam Kentang Modal 180juta, Panennya Hanya 10Juta. Warga : Hancurlah Sudah,, Ini Harus Diusut, Biarlah Mereka Pertanggungjawabkan Semua

Sebarkan artikel ini

Pangaribuan – Warga Desa Pansurnatolu, Kecamatan Pangaribuan resahkan pengelolaan Dana Desa khususnya 20% untuk ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes Dolok Saut, warga menuding bahwa pertanian penanaman Kentang hanyalah akal-akalan.

“Yang kita dengar-dengar semuanya hancur, ini hanyalah akal-akalan cari uang. Coba diperiksa berapa jumlah bibit, pupuk, herbisida dan pestisida. Dikasus ini yang kebanyakan mark up ini. Ini harus diperiksa oleh aparat penegak Hukum.” ujar inisial K warga Pansurnatolu. (30 April 2026)

banner 468x60

Menindak lanjuti hal itu, Hemat Nainggolan sebagai direktur BUMDes Dolok Saut juga membenarkannya bahwa usaha tersebut jelas merugi.

Baca Juga :  Peringati Harlah ke-3, FKJR Tegaskan Komitmen Menjaga Keamanan dan Kenyamanan di DIY

Ditanya, berapa jumlah anggaran untuk Ketapang dari Dana Desa  tahun anggaran 2025?,

” Semua Rp.182juta, untuk beli alat Rp.35juta. Untuk membeli bibit Rp. 48juta.” jawab Hemat.

Ditanya berapa pendapatan kotor setelah dijual hasil dari pertanian kentang tersebut?

Baca Juga :  Semangat Sumpah Pemuda 2025, Polres Bitung Gelar Upacara

” Rp 10juta,” jawabnya.

Hemat Nainggolan mengatakan bahwa dari pertanian kentang dengan luas 1 Ha tersebut hanya menghasilkan 2,5Ton.

“8 ton pun tidak dapat, kenyataannya hasilnya 2.5ton.” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Hemat Nainggolan, warga Desa Pansurnatolu pun mengatakan bahwa hal tersebut subgguh ironis,

” Hahahah.. Bagaimana ceritanya? Modal Rp 182juta, beli alat-alat (kultivator, semprot, angkong,dll) berjumlah Rp.35juta. Berrti masih sisa Rp. 147juta. Masa Rp.147juta modal hasilnya hanya Rp.10juta. Berarti BUMDes Dolok Saut merugi Rp. 137juta Tidak masuk akal, Hahaha.” jelasnya.

Baca Juga :  Danlantamal IV Batam Jalin Silaturahmi dengan Jaringan Safe Migrant

Kerugian Rp.137juta ini perlu diperjelas kemana saja aliran dana tersebut menurutnya,

” Satu periode tanam kentang langsung merugi Rp.137juta. Bagaimana ceritanya?” tutupnya.

Warga Desa Pansurnatolu berharap bahwa kasus ini harus diusut oleh aparat penegak hukum (APH) agar kasus ini terang benderang demi penyelamatan uang rakyat.

(Tim)

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!