Kupang – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur mencatat capaian kinerja layanan publik yang cukup signifikan sepanjang periode Maret 2026. Hal tersebut tertuang dalam rilis infografis resmi yang memuat data penempatan, pelindungan, pemberdayaan hingga promosi peluang kerja luar negeri bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
BP3MI NTT berhasil menempatkan sebanyak 159 PMI ke berbagai negara tujuan. Malaysia masih menjadi negara tujuan utama dengan jumlah penempatan mencapai 147 orang, disusul Singapura, Hongkong, Jepang, dan Bulgaria dalam jumlah yang lebih kecil.
Dari sisi sektor pekerjaan, penempatan PMI didominasi sektor informal sebanyak 121 orang, sementara sektor formal mencatat 38 orang. Skema penempatan Person to Person (P to P) juga menjadi yang paling dominan dengan kontribusi sebesar 154 penempatan. Selain itu, mayoritas PMI yang berangkat merupakan perempuan sebanyak 123 orang, sedangkan laki-laki berjumlah 36 orang.
Jenis pekerjaan yang paling banyak diisi oleh PMI asal NTT adalah housekeeper dan family cook dengan jumlah 54 orang, diikuti oleh pekerjaan sebagai elderly caretaker, baby sitter, hingga plantation worker.
Layanan Pelindungan dan Pengaduan Dalam aspek pelindungan, BP3MI NTT menerima 3 pengaduan kasus selama Maret 2026. Mayoritas pengaduan terkait penelusuran keluarga PMI dan didominasi oleh pekerja migran perempuan dengan negara penempatan Malaysia. Seluruh pengaduan tersebut masih dalam proses penanganan.
Media pengaduan yang digunakan sebagian besar melalui surat, menunjukkan masih perlunya penguatan kanal pengaduan berbasis digital untuk meningkatkan aksesibilitas layanan.
Pemulangan dan Kepulangan PMI
BP3MI NTT juga mencatat adanya 23 PMI yang dipulangkan, dengan mayoritas merupakan PMI non-prosedural (ilegal) sebanyak 21 orang. Alasan pemulangan didominasi oleh kondisi sakit serta kasus meninggal dunia.
Sementara itu, melalui layanan helpdesk di Bandara El Tari Kupang, tercatat 81 PMI kembali ke daerah asal, terdiri dari 41 PMI legal dan 40 PMI ilegal. Kepulangan ini sebagian besar disebabkan oleh habis kontrak kerja.
Remitensi Capai Hampir Rp5 Miliar
Dari sisi ekonomi, kontribusi PMI terhadap daerah terlihat dari nilai remitensi yang mencapai Rp4,96 miliar dengan jumlah pengirim sebanyak 1.191 orang. Angka ini menunjukkan peran strategis PMI dalam mendukung perekonomian keluarga dan daerah.
Sepanjang Maret 2026, BP3MI NTT aktif melakukan kegiatan sosialisasi dan promosi peluang kerja luar negeri di berbagai lokasi, termasuk sekolah dan institusi pendidikan di Kupang. Total peserta yang terlibat mencapai 384 orang, dengan minat yang cukup tinggi terhadap peluang kerja ke luar negeri.
Dari sisi anggaran, realisasi hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp168,1 juta atau sekitar 15,48% dari total anggaran revisi. Selain itu, BP3MI NTT juga aktif dalam publikasi digital dengan total jangkauan audiens mencapai 39.463 melalui berbagai platform media sosial.
Hasil survei kepuasan masyarakat menunjukkan nilai indeks sebesar 86,67 dengan predikat B, yang mengindikasikan bahwa kualitas layanan BP3MI NTT tergolong baik, meskipun masih memerlukan peningkatan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan bahwa BP3MI NTT terus berupaya meningkatkan kualitas layanan penempatan dan pelindungan PMI melalui sinergi dengan berbagai pihak. Transparansi data melalui infografis ini juga diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah di sektor migrasi tenaga kerja.
(Kevin)















