TAPSEL – Minimnya perawatan sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Angkola, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Sumut) menjadi sorotan DPD LSM LAPAN TIPIKOR Sumut. Menurut LAPAN TIPIKOR bahwa anggaran Dana Bos TA 2025 dan TA 2026 yang dilaporkan untuk perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana,
” Hal ini menimbulkan kuat dugaan Korupsi Dana Bos, data yang ada pada kita sudah dilaporkan Dana Bos TA 2025 sudah disalurkan. Tapi nyatanya dilapangan ya begini hancur, pintu kamar mandi tidak ada.. asbes-asbesnya hancur.” jelas Manulus Pasaribu sekretaris DPD LSM LAPAN TIPIKOR Sumut. ( 6 Mei 2026)
Hal ini pun dikonfirmasi kepada pihak Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Angkola, Yusmidar Pulungan sedang tidak berada disekolah. Salah satu Guru pengajar mengatakan bahwa Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tantom Angkola sudah jarang masuk.
” Sebenarnya Ibu (Kepala Sekolah) itu sudah nggak lagi kepala sekolah disini, cuma menghabiskan penyelesaian anggaran semester 2026 ini.” ujarnya.
Apakah beliau (Kepala Sekolah) sudah jarang masuk?
” Karena tugas pokok ibu itu di sekolah rakyat! yang di PLTKan. Sebenarnya ini kesalahan Dinas ini semua, tidak ada kesalahan Ibu itu. Saya sudah tidak sanggup lagi untuk menangani SMP 2. Kenapa begini dibuat orang Dinas? Dari bulan 12 sudah selesai PLTnya. Saya sudah tidak bisa lagi. Saya sudah pindah ke Kemensos.” jelasnya.

Menurutnya, bahwa hal seperti ini disekolah-sekolah lain banyak terjadi dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Ditanya, sudah berapa lama kejadian tersebut?
” Bulan 11 Ibu itu sudah depenitif sebagai kepala sekolah di sekolah rakyat,” jawabnya.
Menanggapi hal tersebut, DPD LSM LAPAN TIPIKOR Sumut menduga bahwa dalam hal tersebut ada dugaan malladministrasi dan dugaan penyelewengan anggaran Dana Bos.
” Hal ini menjadi pertanyaan, mengapa Ibu Kepala sekolah masih tetap menjabat di Sekolah SMP N 2 Tantom Angkola padahal beliau sudah kepala sekolah depenitif di Sekolah Rakyat? Hal ini juga menimbulkan dugaan adanya permainan cuci nama dalam pengelolaan Dana Bos, sangat berpotensi praktik korupsi dana Bos. Jadi anggaran Dana Bos untuk Sarpras ini kemana?” kata Manulus Pasaribu.
Terkait hal ini, awak media masih berupaya meminta konfirmasi dari Yusmidar Pulungan sebagai kepala sekolah SMP N 2 Tantom Angkola.
Dengan terbitnya berita ini, diharap kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan untuk melakukan Evaluasi demi lancarnya proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Tantom Angkola, dan beliau juga mengatakan agar pihak APH melakukan penyelidikan terkait dugaan penyelewengan Dana Bos di SMP N 2 Tantom Angkola demi penyelamatan Keuangan Negara yang bersumber dari pajak rakyat.
(Timbul Simanjuntak)















